Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO and Product Creator Paques Benni Adham. (Foto: Emanuel Kure/ID)

CEO and Product Creator Paques Benni Adham. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Paques Targetkan Jadi Penyedia Solusi Global

Emanuel Kure, Jumat, 6 September 2019 | 09:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Paques, penyedia solusi platform software data lake dan analitik buatan Indonesia, menargetkan untuk menjadi penyedia solusi data besar (big data) tingkat dunia/global. Hal tersebut akan ditopang oleh produk solusi dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mumpuni.

Mengandalkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang memiliki pengalaman global, Paques mengklaim telah berhasil menciptakan solusi software untuk big data yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dibandingkan dengan penyedia solusi lainnya.

“Solusi kami asli buatan Indonesia, dan SDM juga murni berasal dari Indonesia. Software big data yang kami kembangkan bersifat end-to-end, dan itu belum dimiliki oleh kompetitor di pasar Indonesia,” kata CEO and Product Creator Paques Benni Adham kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (5/9).

Menurut dia, platform software yang dikembangkan oleh Paques memiliki enam karakter dan menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh teknologi big data. Keenam karakter tersebut menjadi syarat utama bagi sebuah prinsipal dalam menciptakan software untuk big data. Dan, hal tersebut berhasil di kembangkan oleh Paques.

Karakter yang berhasil dikembangkan oleh Paques, pertama, search. Sebuah teknologi, atau software big data harus memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian (search). Ketika pengguna ingin mendapatkan data yang dimaksud teknologi pun harus bisa membantu untuk menemukan data yang dimaksud.

“Jadi, data itu harus bisa di-search. Jadi, jangan kalau kita mau butuhkan data terkait nama orang yang tinggal di pulau Jawa misalnya, kita harus minta dulu di orang TI. Orang TI ambil datanya, jadi filenya baru diolah lagi. Lama, gak bisa kayak gitu,” ujarnya.

Kedua, mendukung natural lenguage processing (NPL). Maksudnya, dengan menggunakan NPL, pengguna bisa mengambil data dari sumber yang sifatnya bahasa manusia biasa. Selama ini, yang terjadi, data biasanya didapat dalam bentuk tabel, atau tabular. Tetapi, dengan teknologi Paques, data dari koran pun bisa diambil dan diolah untuk mendapatkan insight.

“Jadi, dari koran pun bisa ambil. Bahasa natural, bahasa manusia biasa. Kita bisa tahu, seberapa dekat Jokowi dan Luhut berdasarkan berita. Diambil dari koran, kita bisa tahu. Apalagi, mereka selalu berada dalam satu artikel, bahkan dalam kalimat. Bisa sedetail itu,” ujar Benni.

Ketiga, menggunakan teknologi machine learning (ML) dan kecerdasan buatan (artificial intelligance/AI). Pada saat tertentu, pengguna membutuhkan kecerdasan buatan untuk melakukan klasifikasi data. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan ML dan AL apabila datanya dalam jumlah yang sangat besar.

“Karena, biasanya pengolahan data itu, setelah mengolah, kita harus lakukan klasifikasi dulu. Kalau datanya 1.000-2.000 OK-lah. Tetapi, kalau datanya sudah miliaran, gimana kita bikin klasifikasi? Cape. Karena itu, kita pakai ML dan AI,” ungkapnya.

Keempat, distributed paralel computing. Dengan teknologi ini, pengguna bisa mengolah data dengan cepat. “Jadi, kayak tadi kita bilang, data harus ada value. Kalau misalnya untuk prosesnya murah mesinnya, tetapi untuk ambil datanya baru selesai tujuh hari, value-nya bisa hilang. Karena terlalu lama. Kita butuh cepat, untuk cepat kita butuh teknologinya,” tambah Benni.

Kelima, teknologi murah dan sistem harus bisa tumbuh (growth). Bagi perusahaan yang memiliki jumlah dana pas-pasan, investasi di awal pasti terbatas. Karena itu, Paques menyediakan solusi di mana pengguna tidak perlu investasi yang besar di awal untuk mengadakan server, atau komputer.

“Kita bisa pakai komputer yang kecil-kecil, sambil jalan, sambil kita dapatkan value-nya, sambil kita tambahin terus. Pertama, mungkin cukup tiga server. Kalau data kita makin banyak, baru kita tambah mesinnya. Jadi, kita growing sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Keenam, mendukung user untuk mengeksplorasi datanya dan visualisasi. “Tanpa harus tahu mau nagapain, tetapi orang itu bisa explore dan nemuin sesuatu yang baru dari data. Setelah itu, harus bisa divisualisasikan. Dan, itu hanya bisa dilakukan dengan teknologi big data Paques,” tutur dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN