Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO dan Founder Anchanto Vaibhav Dabhade

CEO dan Founder Anchanto Vaibhav Dabhade

Pascapandemi Covid-19, Volume E-Commerce Diprediksi Meningkat Masif

Senin, 6 Juli 2020 | 23:12 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap operasional bisnis dari berbagai kategori. Ketika Covid-19 mewabah, tidak semua pelaku bisnis berada dalam fase perjalanan bisnis yang sama, sehingga respon yang diberikan terhadap situasi krisis juga berbeda.

Sebagian besar pelaku bisnis dengan cepat melakukan perubahan, seperti mengalihkan jenis produk yang ditawarkan. Ada juga pelaku bisnis yang masih bekerja keras mempertahankan produknya di tengah situasi pandemi.

Namun demikian, satu hal yang telah disadari bersama, yaitu bisnis offline tidak akan pernah cukup lagi, dan para pelaku bisnis perlu melebarkan bisnisnya secara online. Hal ini tentunya berdampak pada sektor e-commerce sebagai platform penjualan online yang digunakan oleh para pelaku bisnis dari berbagai kategori.

CEO dan Founder Anchanto, perusahaan Software as a Service (SaaS) yang berbasis di Singapura, Vaibhav Dabhade mengatakan, di pasar Asia Tenggara, banyak perusahaan yang telah mulai beralih menjual produk kategori kebutuhan sehari-hari (daily essentials) dan bahan-bahan makanan (groceries).

Sementara itu, pelaku bisnis ritel lainnya sedang mencoba menjual produk secara online dan memindahkan stok persediaannya ke beberapa marketplace.

“Ke depannya, ini akan mendorong aggregator, agensi pemasaran, konsultan, dan agensi pengembangan bisnis untuk mendorong lebih banyak pelaku bisnis mengadopsi digitalisasi,” kata Vaibhav melalui siaran pers, Senin, (6/7).

Vaibhav menambahkan, periode lockdown beberapa waktu lalu merupakan periode terburuk bagi pelaku bisnis secara global, tidak terkecuali di Asia Tenggara yang juga mengalami wabah Covid-19.

Oleh karenanya, para pelaku bisnis telah mulai menerapkan berbagai strategi bisnis baru. Sebagai contoh, brand-brand global telah mulai menerapkan strategi seperti Direct-to-Consumer (D2C) untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.  Selain itu, melalui strategi D2C ini, para pelaku bisnis dapat mengendalikan dan mendapatkan visibilitas kinerja bisnisnya melalui penjualan online.

“Kita akan menyaksikan munculnya investasi-investasi baru dikarenakan semakin banyak pelaku bisnis yang beralih ke e-commerce. Karenanya, kita tentu akan melihat peningkatan pertumbuhan jangka panjang setelah pandemi berakhir. Oleh karena itu, setelah krisis ini berlalu, sektor e-commerce diproyeksikan akan mengalami peningkatan volume yang masif,” ungkap Vaibhav.

Investasi Teknologi

Mengalihkan kanal penjualan ke e-commerce akan menjadi taktik yang diterapkan oleh para pelaku bisnis tradisional untuk mempertahankan bisnisnya. Berbagai solusi teknologi juga akan berperan penting dalam mendorong transformasi digital ini.

Sebagai perusahaan penyedia SaaS yang membantu para pelaku bisnis mengelola operasional e-commerce secara end-to-end, Anchanto berkomitmen untuk membantu para pelaku bisnis bertransformasi digital.

“Di sinilah peran penting penerapan berbagai solusi teknologi pendukung e-commerce untuk membantu para pelaku bisnis menjalankan sistem penjualan online di multikanal,” ujar Vaibhav.

Dengan menerapkan teknologi, pelaku bisnis dapat mengembangkan penjualan multikanal dan membangun visibilitas produk dan perusahaan di pasar lokal maupun internasional, guna mendapatkan lebih banyak pelanggan.

“Melalui beberapa solusi, diantaranya SelluSeller sebagai solusi untuk menyederhanakan penjualan e-commerce multikanal dan Wareo sebagai solusi pengelolaan logistik otomatis, Anchanto berkomitmen membantu para pelaku bisnis di sektor brand, Retailers, UKM, E-Distributor, Logistik, Operator E-Commerce di berbagai negara di Asia Pasifik, untuk membantu mereka menyederhanakan dan mengelola operasional bisnisnya dengan sukses,” jelas  Vaibhav.

Lebih jauh, menurut McKinsey, 20% konsumen Indonesia memanfaatkan kanal online dan offline dalam membeli suatu produk. Konsumen mengeksplorasi produk yang akan dibeli di kanal online terlebih dahulu, sebelum membelinya secara offline. Setelah Covid-19 mewabah dan aturan social restrictions diberlakukan, para konsumen memanfaatkan kanal online secara keseluruhan untuk keperluan riset dan pembelian produk.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lifestyle, masyarakat di berbagai negara termasuk Indonesia, mulai terdorong menggunakan transaksi digital akibat pandemi ini.

“Sebagai bagian dari ekosistem e-commerce global, Anchanto terus mengembangkan produknya untuk kemudahan para pelaku bisnis e-commerce melalui solusi SelluSeller. Kami menghadirkan aplikasi mobile SelluSeller yang diluncurkan pertengahan bulan lalu,” ungkap Vaibhav.

 Aplikasi mobile SelluSeller, memungkinkan penjualan, operasi, pendapatan, dan kinerja bisnis e-commerce yang kompleks yang mampu mengalahkan Service Level Agreements (SLAs) pasar dan menghadirkan data secara real-time bagi para Chief Experience Officer (CXO) dan pemimpin bisnis di platform Android dan iOS.

“Aplikasi SelluSeller juga menghemat waktu, sumber daya manusia, dan usaha para tim IT dan tim bisnis dalam mendapatkan dan memproses data yang akan disajikan ke senior management untuk pembuatan keputusan bisnis,” pungkas  Vaibhav.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN