Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
First Media. Foto: IST

First Media. Foto: IST

DAMPAK COVID-19,

Pelanggan Residensial Link Net Tumbuh Pesat

Abdul Muslim/Emanuel Kure, Selasa, 5 Mei 2020 | 08:32 WIB

JAKARTA, investor.id  – Pandemi Covid-19 juga menimbulkan dampak pada PT Link Net Tbk dengan merek dagang First Media, pemimpin industri pay TV dan fixed cable broadband internet di Indonesia.

Deputy Chief Marketing Officer Link Net Santiwati Basuki.mengungkapkan dampak yang terjadi berbeda antara bisnis layanan residensial dan enterprise  Link Net.

“Residensial justru tumbuh pesat karena WFH, sedangkan pertumbuhan segmen enterprise cenderung flat,” katanya dalam Media Visit ke Beritasatu Media Holdings melalui konferensi video, Kamis (30/4/2020) pekan lalu..

Hadir dalam diskusi tersebut CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman  dan jajaran manajemen Link Net, yakni Deputy CEO & Chief Operating Officer Link Net Victor Indajang, Enterprise Sales Director Link Net Agung Satya Wiguna. Di jajaran manajemen dan redaksi grup Beritasatu Media Holdings (BSMH), hadir CEO BSMH Nicky Hogan,Chief Operating Officer BSMH Anthony Wonsono, dan News Director BSMH Primus Dorimulu.

First Media. Foto: IST
First Media. Foto: IST

Menurut Santiwati Basuki, pada Maret-April, permintaan segmen residensial naik 30%. Pelanggan baru selama ini bertambah 25.000-30.000 setiap bulan dan mencapai puncak pada Maret dan April lalu.

Lonjakan pelanggan residensial inilah yang akan mengkompensasi lemahnya pertumbuhan segmen enterprise. Marlo menyatakan, Link Net menargetkan kontribusi enterprise meningkat menjadi 20% dalam dua tahun ke depan dari saat ini sekitar 15%. Namun karena Covid-19, target itu mungkin perlu direvisi, karena banyak perusahaan mengurungkan niat ekspansi.

“Tapi kami optimistis secara keseluruhan akan melebihi tahun lalu. Kita pasti growth tahun ini, meski ada Covid-19,” tambahnya.

Sebanyak 700 ribu pelanggan residensial Link Net masuk kategori upper one (pendapatan di atas Rp 7,5 juta) dan upper two (Rp 5-7,5 juta per bulan). Ini berdampak positif terhadap rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) di level pada Rp 404.000 per bulan per Desember 2019. Sebagai perbandingan, ARPU pesaing hanya Rp 250 ribu per bulan.

Selama WFH, penggunaan aplikasi Netflix melonjak 20%. Penggunaan video call juga meningkat. Marlo menyatakan, kenaikan trafik dan pelanggan layanan residensial Link Net pada bulan Maret dan April sangat tinggi. Firt Media pun sudah menambah kapasitas layanannya, bekerja sama dengan Cisco untuk menambah kapasitas downstream dan upstream.

Jaga Layanan

PT Link Net Tbk mendukung aktivitas WFH dengan melakukan optimasi koneksi ke layanan video conference. Foto: Istimewa
PT Link Net Tbk mendukung aktivitas WFH dengan melakukan optimasi koneksi ke layanan video conference. Foto: Istimewa

Pada kesempatan yang sama, Victor Indajang menambahkan, perusahaan memastikan layanan Link Net tetap berjalan sebagaimana mestinya di masa wabah Covid-19. Link Net membagi kapasitas untuk karyawan yang harus bekerja di lapangan (work from field), bekerja dari rumah (WFH), dan bekerja dari kantor (work from office/WFO).

Dengan begitu, Link Net memastikan dan mengusahakan ada maksimal jaga jarak (social distancing). Perseroan juga memastikan supaya contact center agent dan kantor operasi lokal memenuhi disiplin standar protocol Covid-19.

Saat ini, pelanggan mulai membiasakan diri untuk memanfaatkan digital solutions tanpa harus melalui call center, untuk bertanya berbagai hal. Sekitar 67% interaksi pelanggan Link Net sudah memanfaatkan digital self service.

Saat ini, Link Net punya 950-an karyawan tetap serta hampir 3.500 karyawan di bagian direct sale, outsourching, dan teknisi, atau totalnya 4.500-an.

Sejauh ini, tidak ada satu pun yang positif terpapar Covid-19. Di lain sisi, Marlo mengatakan, untuk menunjang WFH, Link Net memanjakan pelanggan dengan memberikan harga dan layanan promosi sejak pertengahan Maret hingga akhir Mei. Pada Maret-April, perseroan telah membuka enam channel premium baru, dan ditambah enam channel baru lagi Mei ini.

“Kami juga memberikan diskon yang sangat tinggi 50% bagi pelanggan untuk melakukan upgrade paket dan upgrade speed. Kami juga memberikan diskon 55% untuk online e-learning school,” tuturnya.

Pelanggan baru juga dimanjakan dengan diskon tambahan. Jika biasanya diberi diskon 20%, kini, Link Net memberikan diskon 25% selama satu tahun dengan bonus berlangganan Cathplay 3 bulan, over the top (OTT) yang berbasis film-film Hollywood.

Pelanggan baru mendapatkan free channel tiga bulan. Selanjutnya, dari perolehan pelanggan baru, Link menyisihkan Rp 10.000 untuk donasi bagi tenaga medis.

Ilustrasi First Klaz. (IST)
Ilustrasi First Klaz. (IST)

Selain itu, sebagai bagian mendukung WFH, Link Net sudah meluncurkan solusi study from home (STH), First Klaz, produk e-learning management system yang bisa dipakai untuk sekolah, guru, kepala sekolah, dan administrator. Bahkan, solusi ini juga bisa dipakai oleh orang tua murid untuk kegiatan belajar-mengajar.

“Guru-guru bisa meng-upload materi- materi studi dan bisa meng-upload video-video pengajaran. Orang tua juga bisa mendapatkan login, sehingga bisa memantau belajar anak-anaknya” ujar Marlo. (hg)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN