Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Pemblokiran Internet di Papua Dilanjutkan

Abdul Muslim, Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memutuskan untuk melanjutkan pemblokiran layanan data/internet di Provinsi Papua dan Papua Barat yang telah mulai dilakukan sejak mulai Rabu (21/8). Pemblokiran akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, merujuk siaran pers Kemenkominfo No.155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019 mengenai Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat, bahwa hingga Jumat (23/8), pemblokiran data internet pada layanan operator seluler masih berlanjut.

“Pemblokiran layanan data, atau internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi di Tanah Papua benar-benar normal,” ujar Nando, panggilan akrab Ferdinandus Setu, di Jakarta, Jumat (23/8).

Walaupun layanan internet di blokir, menurut dia, hingga saat ini, masyarakat di Papua masih tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon (voice) dan layanan pesan singkat (SMS).

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kemenkominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, pada Jumat (23/8) pukul 16.00, pemerintah menyimpulkan bahwa situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat sebenarnya mulai berangsur-angsur pulih.

“Namun, distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif, dan rasis masih terbilang tinggi,” tambahnya.

Setidaknya, ada 33 konten dan total 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi, dan diverifikasi oleh Kemenkominfo hingga Jumat (23/8/2019) siang. Konten tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat, sekali lagi, lanjut Nando, Kemenkominfo mengimbau kepada warganet di seluruh Tanah Air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya.

Atau juga, masyarakat diimbau jangan menyebarkan konten yang terindikasi hoaks, atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Kemenkominfo pun menerima pengaduan konten negatif dari masyarakat melalui pesan WhatsApp di nomor 0811-922-4545, atau e-mail di aduankonten@mail.kominfo.go.id, serta melalui akun Twitter @aduankonten. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan, dan screenschot, atau tangkapan layar dari konten negatif, atau hoaks yang ingin diadukan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN