Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate pada acara Zoom with Primus dengan tema

Menkominfo Johnny G Plate pada acara Zoom with Primus dengan tema

Transformasi Digital untuk Persiapkan Generasi Emas

Pemerintah akan Subsidi PJJ Rp 1,9 T Per Bulan

Kamis, 13 Agustus 2020 | 22:24 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Pemerintah bekerja sama dengan operator telekomunikasi akan memberikan subsidi paket kuota data Rp 1,9 triliun per bulan kepada pelajar dan pengajar untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ), atau belajar daring di tengah pandemi Covid-19. Rencananya, subsidi dikucurkan pada September-Desember 2020.  

Menteri Komuniksi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar sektor strategis harus dipersiapkan transformasi digitalnya, seperti pendidikan. Hal ini  termasuk terkait untuk PJJ.

"Kami akan selesaikan pembangunan infrastrukturnya sampai 2022. Namun, para siswa, dosen, guru, mahasiswa, tidak hanya butuh dukungan infrastruktur. Saat ini, di tengah Covid-19, butuh dukungan di level hilir, yakni sinyal, gadget, perangkat telekomunikasi untuk interaksi digital," ujar Menkominfo, dalam Zooming With Primus dengan topik 'Mempersiapkan Generasi Emas di Masa Pandemi' yang disiarkan langsung BeritaSatu TV, Kamis (13/8).

Karena itu, dia juga mengakui, alokasi dana subsidi untuk kuota/paket data sebesar Rp 1,9 triliun per bulan itu tidak akan mencukupi. Sebab, saat ini, sangat banyak pelajar/mahasiswa dan pengajar yang membutuhkan alokasi dana tersebut.  

"Tapi, ternyata tidak cukup, karena ada 44 juta siswa, 8,2 juta mahasiswa, 200 ribu dosen, dan jutaan guru. Jadi, setidaknya untuk empat bulan ke depan, September, Oktober, November, Desember, kami akan berikan subsidi pulsa," terang Johnny.

Menurut Menkominfo, pihaknya pun berharap adanya penyesuaian daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) bisa segera selesai agar subsidi untuk PJJ bisa  disalurkan dan disesuaikan .Saat ini, pemerintah tengah menghitung besaran subsidi yang akan diberikan kepada siswa, mahasiswa, para guru dan dosen.

"Kemenkominfo memberikan dukungan kepada Kemdikbud untuk merealisasikan insentif paket data untuk lingkungan pendidikan yang dibiayai oleh anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tersebut," tegas Johnny.

Telenta Digital

Pada kesempatan tersebut, Menkominfo pun menyampaikan bahwa Kemenkominfo punya peranan dan tangung jawab untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul, khususnya tenaga ahli digital (talenta digital) unggul, atau emas. Tujuannya agar SDM Indonesia tak tertinggal di era digital saat ini.

 Kemenkominfo pun berusaha mengakselerasinya lewat berbagai pelatihan dan pendidikan untuk menciptakan talenta digital yang unggul dan memadai. Selain itu, Kemenkominfo punya tugas menyediakan konektivitas internet untuk mempercepat proses pembelejaran secara di digital di era pandemi Covid-19 yang belum berlalu. 

Johnny mengatakan, demi mendorong terciptanya SDM yang memadai di era digital saat ini, tidak terlepas dari proses transformasi digital yang sedang digalakkan oleh pemerintah dan sejumlah kompenen bangsa saat ini.

“Presiden (Jokowi) sudah memerintahkan untuk percepatan akselerasi digital. Di era Covid-19 saat ini, ada sisi lain yang bisa diambil secara positif untuk memajukan bangsa dan negara, termasuk SDM, yaitu transformasi digital itu sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, dalam rangka pembangunan SDM, Kemenkominfo mendapatkan mandat untuk mengakselerasi transformasi digital.  Ada empat hal yang setidaknya dilakukan, yakni menyelesaikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, menyelesaikan payung hukum sektor TIK, membenahi spektrum frekuensi, dan mendidik talenta digital (digital talent) emas.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN