Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate. Foto: istimewa

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate. Foto: istimewa

Penataan Ulang Frekuensi 2,3 GHz Telah Selesai

Rabu, 29 September 2021 | 21:30 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengumumkan bahwa penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2,3 GHz sudah selesai dilakukan.

"Penataan ulang tersebut dilakukan sesuai aturan yang mengharuskan kondisi para pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 2,3 GHz yang dinilai tidak berdampingan (non-contiguous) untuk ditata ulang," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, saat konferensi pers virtual, Rabu (29/9).

Sebelumnya, operator seluler Telkomsel dan Smartfren telah diumumkan keluar sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi radio 2,3 GHz, masing-masing mendapatkan tambahan spektrum frekuensi radio sebesar 20 MHz dan 10 MHz.

Sementara itu, penataan ulang spektrum frekuensi radio 2,3 GHz telah dilakukan pada 14 Juli hingga 28 September. Perubahan frekuensi secara bertahap dilakukan pada 15.577 menara base transceiver station (BTS) di sembilan klaster di berbagai daerah.

Penataan ulang spektrum frekuensi radio 2,3 GHz di setiap klaster berlangsung kurang dari 24 jam.

Kemkominfo, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitor dan Loka Monitor Spektrum Frekuensi, mengadakan frequency clearance minimal kali, yaitu sebelum pemindahan dan setelah pemindahan spektrum frekuensi radio pada setiap klaster.

"Frequency clearance ini penting agar benar-benar bersih dan (spektrum frekuensi radio 2,3 GHz) bisa dimanfaatkan dengan baik," imbuhnya.

Johnny menyampaikan, penataan ulang spektrum frekuensi radio juga menandakan bahwa kondisi pita frekuensi untuk layanan seluler di Indonesia semakin baik dan optimal.

Penataan ulang spektrum frekuensi 2,3 GHz akan bermanfaat bagi operator seluler untuk bisa meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan 4G dan menambah kapasitas 4G untuk mengatasi kepadatan jaringan yang ada.

Selain itu, operator akan merasakan efisiensi yang lebih baik saat nantinya melakukan peningkatan teknologi pada mobile broadband dari layanan jaringan 4G ke 5G.

Penataan ulang spektrum frekuensi radio itu didasari Keputusan Menkominfo Nomor 300 Tahun 2021 tentang Penataan Ulang (Refarming) Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz dan Keputusan Direktur Jenderal SDPPI Nomor 121 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penataan Ulang (Refarming) Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz, yang direvisi menjadi Keputusan Direktur Jenderal SDPPI Nomor 123 Tahun 2021.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, dalam acara yang sama, menyatakan, penataan ulang spektrum frekuensi radio 2,3 GHz akan memperbaiki kualitas layanan seluler yang dirasakan oleh masyarakat.

"Kapasitas pun jauh lebih meningkat," kata Merza.

Direktur Jaringan Telkomsel Nugroho menambahkan, spektrum frekuensi yang dialokasikan kepada operator akan menjadi berurutan (contiguous), sehingga kualitas layanan seluler akan menjadi lebih baik.

“Sebagai contoh, layanan 5G yang mereka tawarkan saat ini memiliki kecepatan unduhan hingga 700 MBps dengan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki. Setelah ditata ulang, kecepatan unduhan bisa naik menjadi 1 GBps,” tutur Nugroho.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN