Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
WhatsApp

WhatsApp

Pengguna WhatsApp Tembus 2 Miliar

Kamis, 13 Februari 2020 | 21:53 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - WhatsApp, aplikasi perpesanan milik Facebook, mengumumkan rekor terbaru, yaitu jumlah pengguna yang mencapai 2 miliar. Dengan jumlah tersebut, WhatsApp menjadi platform media sosial terbesar kedua di bawah Facebook yang memiliki sekitar 2,50 miliar pengguna aktif per Desember 2019.

WhatsApp tidak memerinci bagaimana cara menghitung jumlah pengguna tersebut. Tapi, perusahaan mengatakan telah memiliki 500 juta pengguna pada 2014 ketika Facebook Inc membelinya senilai US$ 19 miliar.

Jumlah pengguna WhatsApp itu pun telah mencapai lebih dari seperempat populasi dunia. Hal yang tak kalah penting, para penggunanya diklaim selalu dilindungi oleh enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end) dalam setiap aktivitas pertukaran pesannya.

"Enkripsi ujung ke ujung berarti tidak ada orang lain selain kamu dan orang yang berada dalam percakapan yang dapat membaca, atau mendengar konten pesan tersebut, bahkan WhatsApp sekali pun,” ungkap WhatsApp, dalam keterangannya, Kamis (13/2).

“Kami menyadari bahwa semakin banyak pengguna yang terhubung, semakin banyak pula yang harus kami lindungi. Seiring dengan semakin banyaknya aspek kehidupan yang dilakukan secara online, melindungi pembicaraan pengguna menjadi lebih penting dari sebelumnya,” ungkap WhatsApp di blog perusahaan.

Di sisi lain, meskipun WhatsApp mengklaim sebagai aplikasi percakapan dengan perlindungan yang aman. Namun, beberapa kali, aplikasi ini didera kabar mengenai celah keamanan yang serius. Beberapa waktu lalu, ponsel iPhone X milik miliuner sekaligus pendiri Amazon Jeff Bezos ternyata diretas melalui video berisi spyware yang dikirim melalui WhatsApp.

Aplikasi ini juga sempat menggugat NSO Group asal Israel karena mengeksploitasi celah keamanan yang ditemukan. NSO Group merupakan pengembang spyware bernama Pegasus yang bisa memantau percakapan pengguna WhatsApp. Spyware yang dijual bebas ini diduga telah digunakan oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi untuk meretas ponsel Jeff Bezos.

Tips Keamanan

Sementara itu, untuk memastikan kemanan para penggunanya, WhatsApp pun membeberkan tips penggunaan dari beberapa fitur privasi dan keamanannya yang berada di aplikasi WhatsApp.

Pertama, verifikasi dua langkah. Verifikasi ini memberikan keamanan tambahan yang mengharuskan pengguna untuk memasukkan PIN enam digit saat mengatur ulang dan memverifikasi akun WhatsApp. Fitur ini membantu untuk mencegah orang lain mengakses akun WhatsApp pengguna apabila kartu SIM dicuri, atau nomor pengguna rusak.

Kedua, privasi profil. Pengguna memiliki kewenangan untuk mengontrol informasi apa saja yang dapat dibagikan dengan orang lain dalam profil pribadi. WhatsApp memungkinkan pengguna memutuskan dengan siapa ingin membagikan informasi profil, apakah semua orang, daftar kontak pengguna, atau tidak ke siapa-siapa.

Ketiga, pengaturan privasi grup. Pengaturan ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol siapa saja yang dapat menambahkan anggota baru ke dalam grup WhatsApp, sehingga pengguna dapat memilih obrolan dari grup mana yang diinginkan untuk menjadi bagian kesehariannya.

Keempat, kunci WhatsApp dengan Touch ID, atau Face ID. WhatsApp menawarkan penggunanya untuk memperoleh lapisan keamanan tambahan terhadap akunnya dengan Touch ID dan Face ID untuk di perangkat dengan platform iPhone, dan sidik jari untuk Android.

Sebagaimana dengan aplikasi perbankan, pengguna WhatsApp dapat memilih untuk secara otomatis mengunci keluar dari aplikasi begitu menutup aplikasi, atau setelah pengguna beberapa lama tidak aktif.

Kelima, perbarui aplikasi secara teratur. WhatsApp senantiasa bekerja untuk meningkatkan kualitas layanan untuk para pengguna. Itu sebabnya banyak pembaruan yang melibatkan fitur keamanan baru lebih baik. Untuk memastikan standar keamanan selalu terjaga, pengguna diharapkan selalu memperbarui aplikasi WhatsApp ke dalam versi terbaru.

Jika handphone tidak memiliki opsi pengaturan pembaruan aplikasi secara otomatis, pengguna secara manual harus memperbarui WhatsApp dengan cara mengunjungi App Store/Play Store pada handphone , lalu telusuri kata WhatsApp, dan klik Perbarui.

Sebagai tambahan, pengguna juga harus memastikan bahwa sistem operasi pada ponselnya selalu diperbarui dengan versi terbaru untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaru dari Apple, atau Google.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN