Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Friedhelm Best, VP Asia Pasifik, HIMA

Friedhelm Best, VP Asia Pasifik, HIMA

Pentingnya Memodernisasi Sistem Keamanan Fasilitas Industri di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 25 September 2020 | 23:17 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Saat negara-negara di Asia mulai melonggarkan pembatasan sosial dan bisnis kembali beroperasi di tengah pandemi COVID-19, para pelaku industri pun giat menyusun strategi untuk bisa mengembalikan situasi agar bisnis kembali normal di tengah-tengah perubahan yang selalu terjadi akhir-akhir ini. 

Kebersihan dan kesehatan kerja adalah prioritas utama semua bisnis saat ini, demi melindungi keselamatan pekerja dan juga pelanggan mereka.

Namun, bagi bisnis seperti instalasi pabrik, keselamatan di ruang kerja haruslah selalu terjaga; walaupun peraturan mengenai keselamatan yang terkait dengan kebersihan dan kesehatan telah ada dan diberlakukan.

Ketika pekerja kembali bekerja di fasilitas industri, kegiatan rutin seperti merencanakan sistem modernisasi, yang kemungkinan ditunda karena pandemi, menunggu untuk dapat dikerjakan lagi. Kegiatan ini membutuhkan pertimbangan yang sangat teliti, apalagi bila standar proses industri yang wajib, seperti kemacetan produksi, dan permintaan konsumen sudah terlibat. 

Friedhelm Best, VP Asia Pasifik, HIMA mengatakan, standar yang sesuai merupakan hal yang akan selalu dipertimbangkan bagi sebuah pabrik, jadi bukan hanya ketika mempertimbangkan modernisasi atau modifikasi Safety Instrumented System atau SIS saja.

“Sistem keselamatan yang baik dan sesuai dengan standarnya dapat memberikan kepastian hukum, jikalau terjadi kasus pada ruang kerja.  Selain itu sistem keselatan tersebut juga dapat berfungsi sebagai pedoman akan praktik industri yang baik,” kata Friedhelm Best dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (25/9).

IEC 61511 Edisi Ke-2 mengharuskan diadakannya penilaian risiko keselamatan dan keamanan secara berkala, memantau agar para staf memenuhi syarat untuk bekerja di pabrik, lalu harus ada juga penilaian rutin yang wajib untuk memperbaharui kualifikasi dan keamanan siber, supaya dapat mengidentifikasi kerentanan keamanan pabrik. Hal tersebut akan mampu mengungkapkan kekurangan pada sistem, sehingga akhirnya bisa mengetahui di mana modernisasi itu dapat diterapkan.

Teknologi Baru

Saat merencanakan modernisasi atau modifikasi SIS, perusahaan harus memastikan bahwa perangkat keras atau perangkat lunak yang ada mematuhi standar yang berlaku. Jika diketahui ada kejanggalan, namun sistem tetap dipasang, izin operasi pabrik dapat terpengaruh, dan hukuman pun dapat dikenakan.

Ketika ada teknologi baru, seperti sistem keamanan terprogram, diperkenalkan, risiko baru mungkin akan bermunculan. Untuk itu, penting sekali disini untuk memastikan apakah tingkat risiko tersebut berubah karena pergantian sistem yang baru.

Agar perusahaan dapat membuktikan bahwa SIS sudah sesuai dengan IEC 61511, melalui instalasi dan pengoperasiannya, semua dokumen keselamatan dan pemeliharaan yang dibutuhkan akan disediakan oleh operator instalasi. Ini termasuk alat untuk mencatat data dan mendokumentasikan proses kerjanya.

HIMA merekomendasikan penggunaan sistem bersertifikasi SIL 3 untuk mengganti dan menerapkan prosedur sistem sesuai dengan IEC 61511. Ini memastikan agar spesifikasinya sesuai sebagaimana mestinya, dan pengujian peralatan yang diganti dapat dilakukan secara langsung.

Pada modernisasi apa pun, lanjut dia, downtime atau penghentian tiba-tiba alat produksi karena kerusakan atau maintenance akan selalu muncul. Dalam industri berskala besar, ditambah semakin maju teknologinya, semakin lama juga downtime-nya.

“Kami menyarankan untuk selalu punya rencana jangka panjang, menggunakan alat tambahan yang kompatibel, dan menyiapkan downtime secara berhati-hati,” katannya.

Untuk meminimalisasi downtime, operator harus memastikan bahwa teknologinya sudah ter-update dengan versi yang paling mutakhir, karena versi yang baru selalu mencakup perbaikan pada bug (error pada sistem) dan peningkatan pada sistem keamanan pun yang sudah diperkuat.

Alat dari HIMA dan versi baru dari sistem operasi dapat diimplementasikan tanpa harus menghentikan produksi.

“Jika Anda menggunakan sistem yang saling terhubung, solusi dari kami ini memungkinkan Anda untuk dapat menggantinya kapan saja, sistem yang lama juga dapat langsung terintegrasi dengan baik dan aman dengan yang baru,” ujarnya.

Modernisasi

Modernisasi membutuhkan para ahli. Dengan begitu banyak hal yang harus dipikirkan, bantuan dari para insinyur dan konsultan yang terbaik memastikan kalau proses produksi sudah lancar dan efisien. 

Menemukan ahli yang dapat membantu proses transisi yang lancar dan kompatibel dapat membantu meminimalisirkan munculnya downtime. Ada beberapa teknologi yang bisa memberikan solusi dari masalah dan pemasangan secara online, hal tersebut bisa mengurangi downtime yang banyak.

Selama bertahun-tahun, sektor industri lain sudah mengubah sistemnya. Pandemi COVID-19 sebenarnya hanya menjadi faktor perangsang akan terjadinya perubahan tersebut .

"Mengikuti semua standar yang baru akan menempatkan  pada posisi yang baik untuk proses modernisasi apa pun. Simpan dan kumpulkan semua dokumen dan data yang berkaitan dengan sistem  dan kembangkan strategi jitu dan sesuai untuk mencapai tujuan besar," ujarnya. 



 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN