Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kaspersky antivirus.

Kaspersky antivirus.

Perlindungan Data Jadi Masalah Utama

Selasa, 21 April 2020 | 06:36 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -- Kaspersky, perusahaan penyedia solusi keamanan siber global, menyurvei terkait risiko kemanan TI (teknologi informasi). Survei terhadap 300 pengambil keputusan bisnis TI di kawasan Asia Tenggara mengungkapkan bahwa perlindungan data menjadi isu utama, termasuk Indonesia.

Selain itu, masalah keamanan terkait dengan adopsi infrastruktur komputasi awan (cloud) dan biaya untuk mengamankan lingkungan teknologi yang semakin kompleks juga dianggap sebagai batu sandungan bagi beberapa sektor bisnis.

Sementara itu, perusahaan yang paling banyak menaruh kecemasan pada serangan siber yang menargetkan dan kehilangan data (34%), dan selanjutnya, diikuti oleh kebocoran data elektronik dari sistem internal (31%).

General Manager for Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan akibat buruk yang ditimbulkan dari suksesnya aksi serangan siber.

“Serangan mulai dari pencurian US$ 81 juta terhadap bank sentral hingga pelanggaran data kebocoran nama kasus HIV. Berbagai kejadian di masa lalu ini menawarkan pelajaran abadi tentang keamanan siber yang harus dipelajari oleh organisasi dan bisnis dalam segala bentuk dan ukuran,” kata Siang Tiong, dalam keterangannya, Senin (20/4).

Selain itu, sebanyak 22% responden survei mengungkapkan kegelisahan terhadap kemungkinan pengawasan (spionase) oleh pesaing. Tak hanya itu, dua dari sepuluh perusahaan di wilayah tersebut juga mengaku khawatir dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan pada sistem TI yang digunakan.

Insiden yang memengaruhi infrastruktur TI yang diselenggarakan oleh pihak ketiga dan kesalahan penggunaan sumber daya TI oleh karyawan juga menjadi keprihatinan kritis bagi 18% perusahaan di kawasan Asia Tenggara. (man0

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN