Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Pertajam Isu Digital Forum G20, Menkominfo Ajak Industri Perjuangkan Kepentingan Nasional

Jumat, 19 November 2021 | 17:54 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima estafet Keketuaan, atau Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi pada 31 Oktober 2021. Selanjutnya, Indonesia akan memegang Presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga awal November 2022.  

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, selama menjabat presidensi, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan sejumlah pertemuan internasional lain. Untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam isu digital, Johnny pun mengajak pelaku industri memberikan masukan. 

“Kita akan melakukan serangkaian pertemuan, ada Ministerial Declaration, Digital Economy Working Group (DEWG) Meeting, dan Digital Economy Ministers Meeting (DEMM),” jelas Menkominfo, dalam Pertemuan Virtual Streamlining Isu Digital Forum G20 bersama pelaku industri nasional dari Kantor Kementerian Kominfo (Kemenkominfo), Jakarta Pusat, Jumat (19/11).

Johnny menyampaikan, pemerintah ingin mendengar masukan pelaku industri mengenai tantangan dan peluang ekonomi digital agar bisa optimal diperjuangkan selama Presidensi G20.

“Pemerintah ingin mendengar masukan rekan-rekan dari sektor industri terkait apa yang dibutuhkan? Bagaimana tantangan dan profil usaha kita? Barriers-nya apa saja? Dan, bagaimana itu bermanfaat untuk kepentingan ekonomi kita di dalam negeri” Kita perjuangkan bersama-sama di forum selama G20 Summit nanti,” jelasnya.

Menurut dia, dalam DEWG, Pemerintah Indonesia akan menggelar lima kali pertemuan dan Ministerial Meeting berlangsung dalam satu kali rapat. Karena itu,  pemerintah dan pelaku industri diharapkan bersama-sama menyiapkan bahan dan masukan.

“Saya harapkan dalam pertemuan itu, pemerintah dan pelaku industri terlibat bersama agar apa yang disampaikan adalah kristalisasi dari harapan kita semua, baik dari pelaku industri, regulator, maupun dari kepentingan rakyat kita,” tegas Johnny.

Menkominfo menilai, agenda G20 dapat diioptimalkan sebagai forum untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Karena itu, dia mengajak pelaku industri untuk menggunakan dan manfaatkan Forum G20 secara maksimal.  

“Tentu, materi dan substansi akan kita bahas bersama di dalam DEWG, sehingga perlu sekali ada banyak masukan dari pelaku industri, para regulator di tingkat upstream sampai hilir, termasuk asosiasi-asosiasi di dalamnya,” ujarnya.

Menkominfo menyampaikan, terdapat dua substansi yang menjadi pilihan Indonesia, yaitu kontinuitas dari Forum G20 versi sebelumnya, termasuk G20 Italia mengenai  transisi energi dan implikasi ekonomi hijau. Pilihan kedua, berkaitan dengan transisi digital ke ekonomi digital. 

Arahan Presiden 

Dalam pertemuan yang dihadiri para mitra Kemenkominfo itu, Menkominfo menegaskan kembali tentang dua arahan Presiden Jokowi sebagai acuan bersama.

“Ada dua hal yang menjadi tekanan Bapak Presiden Joko Widodo. Pertama, kesuksesan dari sisi substansi, atau agenda G20 Indonesia. Kedua, kesuksesan dalam kaitan dengan keketuaan kita sebagai penyelenggara,” ungkapnya. 

Johnny mengaku telah bertemu dengan beberapa pelaku industri di tingkat hulu, khususnya yang berhubungan dengan telekomunikasi. Bahkan, pertemuan juga sudah membahas mengenai penyelenggaraan Forum G20 itu sendiri.

“Hari ini (Jumat,19/11) lebih menyangkut pada substansi materi yang akan kita bawa saat penyelenggaraan Digital Economy Task Force.  Secara khusus, ini berkaitan dengan Digital Economy Working Group-G20. Ada dua pilihannya, dan, ini dua-duanya ditekankan betul oleh Bapak Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Dalam setiap pertemuan, menurut dia, Presiden Jokowi meminta  penekanan pada transisi digital. Karena itu, pembahasan sudah disiapkan dan akan dibicarakan melalui Sherpa Track, Finance Track, dan Working Group, termasuk DEWG.   

“Tekanan yang pertama ini sedang disiapkan para menteri terkait, dengan tidak meninggalkan, atau tetap membicarakan di masing-masing working group sesuai substansi transisi digital,” ungkapnya

Selain itu, Presiden juga menekankan pada kelancaran atas transaksi digital mulai dari tingkat hulu, yaitu penyiapan infrastruktur TIK yang merata di seluruh Indonesia hingga pada infrastruktur hilir, berupa pusat data, regulasi, sumberdaya, dan talenta digital di semua level. 

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN