Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhammad Munip, Pemilik Sate DJ dan mitra GrabFood. (Foto: Grab)

Muhammad Munip, Pemilik Sate DJ dan mitra GrabFood. (Foto: Grab)

Pertumbuhan Mitra GrabFood Bantu Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Jumat, 19 Februari 2021 | 12:00 WIB
Jayanty Nada Shofa

JAKARTA, investor.id - Berkembangnya usaha kuliner berkat layanan pesan antar GrabFood membuka kesempatan bagi mereka untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Sate DJ, sebuah warung sate di Bandung, adalah salah satu usaha kuliner yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru berkat teknologi Grab. Berbeda dengan warung sate Madura pada umumnya, Sate DJ tidak menggunakan bumbu kacang. Ciri khas ini menarik perhatian banyak pelanggan GrabFood.

Sate DJ dibuka dari pukul 17:00 WIB hingga 01:30 WIB. Menurut Muhammad Munip selaku pemilik usaha, Sate DJ selalu penuh dengan antrian pengemudi GrabFood.

Munip mengatakan, dirinya tertarik bergabung dengan GrabFood karena tidak ingin ketinggalan dengan usaha kuliner lain yang sudah bergabung ke layanan daring. Hasilnya, dari 10.000 tusuk per hari, Sate DJ bisa menjual hingga 15.000 tusuk dalam satu hari.

“Perubahan paling terasa dari segi komersial. Pendapatan kami menjadi tambah tinggi. Jadi, ketika bergabung dengan GrabFood, omzet kami per harinya selalu naik. Dari GrabFood, omzet per hari saja sebanyak 50-60%. Sisanya penjualan dari dine-in,” kata Munip.

Banyaknya pesanan dari GrabFood mendorong Munip untuk menambah karyawannya.

“Sebelum kami bergabung dengan GrabFood ini, pegawai kami hanya ada 7 orang. Setelah bergabung dengan GrabFood, pegawai kami yang di Sate DJ bertambah hingga 5 orang. Mereka khusus mengerjakan pesanan untuk order online GrabFood,” ungkapnya.

Munip menjelaskan, lima karyawan ini baru adalah lulusan pesantren dari lingkungan rumah Munip di Madura.

"Alasannya lebih gampang dari segi komunikasi dan pemahaman juga. Jadi, kami ngambil dari daerah kami agar pelayanan dan komunikasi lebih optimal kepada pelanggan," kata Munip.

Ia menambahkan, 90% pegawainya juga berasal dari pesantren.

"Mereka yang lulus dari pesantren, yang di kampungnya menganggur, kalau misalnya itu masih saudara kami, itu kami ambil,” tutupnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN