Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Red Hat Perluas Lingkungan Kubernetes di Hybrid Cloud

Minggu, 27 September 2020 | 22:12 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Red Hat, penyedia solusi open source mengumumkan kehadiran Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes, solusi terbaru dari portofolio teknologi manajemen TI Red Hat yang dirancang untuk hybrid cloud.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dirancang untuk membantu organisasi/perusahaan meningkatkan dan memperluas penggunaan Red Hat OpenShift lebih jauh dengan kemampuan manajemen level-enterprise- di seluruh lingkungan hybrid cloud dan multicloud.

Dengan demikian, mereka dapat mengelola beberapa cluster Kubernetes dan menjalankan aplikasi multi-cluster di seluruh hybrid cloud, termasuk memastikan kebijakan dan tata kelolanya.

"Ketika pelanggan memperluas lingkungan Kubernetes di seluruh hybrid cloud, kemampuan manajemen tingkat lanjut menjadi krusial untuk terciptanya kesuksesan yang berkelanjutan dari strategi cloud-native ini. Pengalaman dan kepakaran kami dalam Kubernetes, mulai dari pendirian proyek, dipadukan dengan penawaran platform enterprise Kubernetes paling komprehensif di industri, yaitu Red Hat OpenShift, membuat Red Hat berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan manajemen dari era cloud-native,” kata Joe Fitzgerald, Vice President, Management, Red Hat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (27/9).

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dirancang untuk melakukan hal tersebut, dengan fokus pada pengelolaan cluster Kubernetes secara konsisten di semua footprinton-premisemulti-cloud, atau di edge. Solusi ini membantu mendorong masa depan yang koheren dan dapat dikelola untuk software perusahaan/enterprise."

Modernisasi aplikasi adalah salah satu prioritas TI yang paling tinggi saat ini. Red Hat OpenShift menyediakan platform yang powerful dan scalable untuk transformasi tersebut, yang dibuat  berbasis kubernetes yang merupakan standar de facto untuk infrastruktur aplikasi modern.

Seperti halnya tools (alat) dan proses pengelolaan fisik yang tidak bisa berfungsi di lingkungan virtual (virtual environment), maka tools yang dirancang untuk mengelola mesin virtual (virtual machine atau vm) juga tidak cocok untuk dunia aplikasi saat ini yang digunakan di lingkungan cloud (cloud-native) dan dirancang sebagai aplikasi terdistribusi berbasis container (containerized).

Di sinilah Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes menjawab kebutuhan ini, dengan memperluas apa yang dapat dilakukan organisasi/perusahahan dengan Red Hat OpenShift melalui penambahan kemampuan manajemen generasi terbaru, yang disesuaikan untuk realitas cloud-native.

Red Hat merancang Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes bagi organisasi/perusahaan agar dapat menerapkan aplikasi berbasis container (containerized app) di berbagai cluster, baik organisasi yang baru mulai menjajagi komputasi yang bersifat cloud-native atau saat tengah menjalankan beban kerja generasi terbaru yang masih dalam tahap produksi.

Mengatasi Kekhawatiran

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dapat membantu organisasi/perusahaan yang bertransisi menuju teknologi containerization, sehingga membantu mereka mengatasi ‘kekhawatiran’ ketika mengelola beberapa cluster komputasi, serta menyediakan kemampuan yang dibutuhkan ke depan, seperti penerapan kebijakan dan pengaturan tata kelola.

Mengelola cluster data center di perusahaan dan penerapan public cloud sering kali memerlukan rangkaian tools yang terpisah-pisah, yang diperuntukkan hanya untuk lingkungan tertentu.

Beberapa konsol manajemen, antarmuka pengguna (user interface), login, dan lainnya bisa menciptakan proses-proses manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya downtime yang tidak perlu atau membuat sistem berisiko mengalami kegagalan keamanan atau melanggar regulasi.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes membantu menghilangkan kendala-kendala yang dihadapi pengelolaan cloud-native di seluruh cloud hybrid dengan menyediakan satu tampilan untuk pengelolaan cluster Kubernetes dari Red Hat OpenShift yang diterapkan di on-premise dan di public cloud, termasuk cluster-cluster dari penyedia public cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, IBM, dan Microsoft Azure.

Dari data center hingga edge, dan lainnya, Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes memungkinkan organisasi untuk meningkatkan (baik secara vertikal dan horizontal) aplikasi cloud native dari mulai pengembangan hingga produksi di seluruh hybrid cloud, yang semuanya dikelola dari satu titik kontrol.

Lebih dari 2.000 pelanggan di seluruh dunia dan di berbagai industri telah beralih ke Red Hat OpenShift untuk mendukung aplikasi bisnis mereka. Red Hat OpenShift memadukan inovasi Kubernetes dengan komitmen Red Hat untuk menghadirkan solusi open source yang tangguh dan siap untuk perusahaan (enterprise-ready).

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dibangun dengan komitmen menghadirkan otomatisasi berbasis kebijakan untuk keamanan, tata kelola, dan manajemen multi-cluster serta siklus hidup aplikasi untuk penerapan OpenShift.

Ketika organisasi/perusahaan membuat cluster-cluster di berbagai cloud dan pengelolaannya menjadi semakin kompleks, kontrol keamanan di seluruh lingkungan dapat menjadi tidak konsisten dan proses verifikasi kesesuaian komponen software akan semakin menambah permasalahannya.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes mampu menetapkan kebijakan secara terpusat untuk konfigurasi otomatis semua komponen yang dikelola di seluruh lingkungan hybrid cloud, sehingga tim operasional TI dapat mempertahankan kesesuaian sesuai standar industri atau regulasi.

Kebijakan ini dapat diterapkan secara ketat dalam skala besar pada setiap cluster baru, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang cepat tanpa dampak besar pada keamanan TI di organisasi/perusahaan.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN