Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah calon pembeli melihat display ponsel di sebuah toko elektronik di Jakarta, baru-baru ini.. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sejumlah calon pembeli melihat display ponsel di sebuah toko elektronik di Jakarta, baru-baru ini.. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sebelun Pasarkan Produk, Smartphone Asal Tiongkok Perkuat Riset

Sabtu, 14 September 2019 | 10:32 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id) ,Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto pernah menjelaskan, dominasi smartphone asal Tiongkok di Indonesia karena pada umumnya selalu melakukan riset pasar terlebih dahulu sebelum memasarkan produknya di Tanah Air.

“Riset pasar itu penting untuk mengetahui kondisi pasar. Dan, itu yang selalu kita lakukan sebelum meluncurkan produk baru,” kata Aryo.

Selain itu, Oppo selalu mengikuti tren pasar yang sedang berkembang. Pada 2019, menurut dia, tren teknologi pada kamera, kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), dan fitur pengisian daya yang cepat (fast charger) akan tetap menjadi tren. Karena itu, tahun ini, pihaknya akan memaksimalkan fitur-fitur tersebut.

“Karena memang pasar juga selalu mengikuti tren teknologi. Jadi, kami juga harus mengikuti tren pasar tersebut. Jadi, itu menjadi strategi kami di pasar Indonesia,” ujarnya.

Tetapi, menurut Aryo, pihaknya tidak terlalu fokus untuk menggenjot pangsa pasar. Bagi Oppo, yang paling penting adalah melakukan edukasi kepada pengguna terhadap fitur-fitur unggulan yang dimiliki. Dengan demikian, pengguna akan memilih dengan sendirinya produk mana yang harus dimilikinya.

“Edukasi kepada konsumen itu penting, sehingga konsumen bisa memaksimalkan fitur-fitur yang dimiliki oleh smartphone,” tegas Aryo.

Meski demikian, Aryo mengklaim, Oppo lebih fokus pada produk dengan rentang harga Rp 3-5 juta. Pada range harga tersebut, Oppo pun kini diklaim berada pada urutan pertama untuk pasar Indonesia.

“Segmen tersebut telah menjadi kekuatan Oppo. Kami paling kuat dan berada di urutan pertama,” pungkasnya.

Karena pasar yang menggiurkan, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) pun telah menyatakan akan lebih serius menggarap pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan dengan mengambil alih pemasaran ponsel pintar merek Sharp yang selama ini dikelola oleh distributor pada akhir 2019.

Penjualan smartphone atau ponsel berdasarkan market share kuartal II-2019.
Penjualan smartphone atau ponsel berdasarkan market share kuartal II-2019.

Asistant General Marketing Communication SEID Agus Soewadji mengatakan, selama ini pemasaran smartphone Sharp di Tanah Air diserahkan kepada distributor. ”Akhir tahun ini, kami akan ambil alih semua (pemasarannya) secara resmi,” kata dia, di sela kegiatan pameran 50 Years in Harmony Roadshow, di Surabaya, Jawa Timur, akhir Agustus lalu.

Agus menyampaikan, selama setahun terakhir, distributor sebenarnya sudah memasarkan ponsel pintar Sharp dengan serius. “Namun, dengan di-handle sendiri, kami ingin lebih serius lagi dalam pemasarannya,” tambahnya.

Menurut dia, alasan pengambilalihan pemasaran ponsel pintar Sharp karena potensi pasarnya cukup besar dan perlu digarap lebih serius secara internal. Selain itu, produk-produk Sharp ke depannya dilengkapi teknologi yang lebih canggih, yakni internet of things (IoT).

“Dengan market yang gede banget itu, kami ingin coba garap pemasarannya sendiri,” tutur Agus.

Proyeksi 2019

Sementara itu, Market Analyst IDC Indonesia Risky Febrian memproyeksikan total penjualan smartphone mencapai 36,3 juta unit pada 2019 dengan pertumbuhan 4,5% dari tahun sebelumnya 35 juta unit. Jumlah pengiriman yang tinggi ini diprediksi akan didorong oleh lima merek (top five) yang akan banyak mengeluarkan model smartphone baru pada kuartal III dan IV tahun ini.

“Selain itu, momen akhir tahun dan Harbolnas (Hari Belanja Nasional) pada kuartal IV-2019 akan mendorong penjualan lebih tinggi, sehingga dapat mendongkrak penjualan,” tambah dia.

Proyeksi pertumbuhan pasar smartphone di Tanah Air tahun 2019 tersebut secara persentase masih lebih baik dibandingkan penjualan global. Sebab, IDC memprediksi, pertumbuhan penjualan smartphone global pada 2019 hanya tumbuh 2,6% menjadi 1,46 miliar setelah tahun 2018 sempat turun dari 1,47 miliar menjadi 1,42 miliar unit karena kekhawatiran dari imbas dari perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN