Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Siapkan SDM Digital Berdaya Saing, Kemenkominfo Sediakan Pelatihan dan Beasiswa

Rabu, 18 Mei 2022 | 20:23 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah secara simultan terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang digital yang unggul dan berdaya saing dengan menyediakan pelatihan dan beasiswa, selain memastikan ketersediaan infrastruktur digital dan layanan telekomunikasi yang andal.

Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun menyiapkan program pengembangan SDM bidang digital, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. 

“Melalui pendidikan nonformal, berupa pelatihan pada tiga level keterampilan digital, yakni Basic Digital Skill, Intermediate Digital Skill, dan Advanced Digital Skill,” jelas Menkominfo Johnny G Plate, saat menyampaikan Keynote Speech Unpacking the Metaverse: Akselerasi Transformasi Digital dalam Menyambut Teknologi Masa Depan di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rabu (18/05/2022).

Baca juga: Menkominfo: Talenta Digital Jadi Navigator Penggerak Ekosistem Digital

Johnny, menjelaskan, dalam Basic Digital Skill, Kemenkominfo telah bekerja sama dengan berbagai mitra pegiat literasi digital. UGM pun menjadi salah satu mitra dalam memberikan pelatihan literasi digital melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) guna memberi pengenalan terhadap keterampilan digital, etika digital, budaya digital, serta keamanan digital.

Melalui GNLD, Menkominfo berharap, dapat meminimalkan konten negatif dan mengoptimalkan potensi konten positif di internet.

“Yang juga diharapkan dapat meminimalisasi dampak konten negatif seperti hoaks, penipuan daring, dan radikalisme digital, sekaligus mengoptimalkan potensi konten positif yang ada di internet,” ungkapnya.

Pada tingkatan Intermediate Digital Skill, Kemenkominfo menyiapkan program Digital Talent Scholarship (DTS) bagi generasi milenial Indonesia guna meningkatkan kompetensi digital.

Adapun bidang keahlian yang bisa dipelajari mulai dari keamanan siber, kecerdasan buatan, big data, komputasi awan, coding, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR). 

“(Semua) untuk memenuhi kebutuhan talenta digital nasional. Tersedia lebih dari 200.000 kuota peserta DTS pada 2022 ini. Kemarin, di Yogyakarta, kami meluncurkan Grand Launching of the National Digital Talent Program 2022,” tutur Menkominfo.  

Pada Advanced Digital Skill, lanjut dia, Kemenkominfo memberikan pelatihan digital tingkat lanjutan melalui Digital Leadership Academy (DLA). Pelatihan ini disediakan bagi pimpinan lembaga publik maupun swasta, bagi pengambil kebijakan berbasis digital.

“Kemenkominfo bekerja sama dengan delapan universitas ternama dunia, seperti Harvard Kennedy School, Oxford University, National University of Singapore, Tsinghua University, Imperial College London, Cornell University, Massachusetts Institute of Technology, dan Cambridge University,” tuturnya.  

Pada 2022, setidaknya disediakan 550 kuota bagi peserta DLA. Program pelatihan dan pendidikan di atas demi membantu memenuhi kebutuhan digital skills di Indonesia yang dari tahun ke tahun terus meningkat. 

“Saya mengajak civitas akademik UGM mengikuti kedua program tersebut,” ajak Johnny. 

Program Beasiswa

Kemenkominfo juga menyiapkan program beasiswa pendidikan formal pada jenjang program Master (S2). Menurut Menkominfo, tahun ini, Beasiswa Program Master (S2) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbuka bagi 200 putra-putri terbaik bangsa.  

Baca juga: Moeldoko Ajak Swasta Ciptakan Ekosistem Talenta Digital Indonesia

“Program ini terbuka untuk masyarakat yang bekerja di sektor TIK, aparatur pemerintah pusat dan daerah, serta TNI dan Polri, yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.  

Dalam kuliah umum itu, hadir pula Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wawan Mas’udi, pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kemenkominfo, serta mahasiswa dan undangan.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN