Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti. (IST)

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti. (IST)

Siaran TV Analog di Banten Dihentikan Mulai 17 Agustus

Minggu, 13 Juni 2021 | 19:16 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) secara bertahap akan mulai menghentikan siaran televisi (TV) analog di Provinsi Banten mulai 17 Agustus mendatang, atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 mendatang.

"Dari tiga wilayah layanan siaran, semuanya telah dijadwalkan untuk pelaksanaan analog switch off (ASO)," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti, dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/6).

Provinsi Banten memiliki tiga wilayah siaran TV. Wilayah Banten Satu mencakup Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang, akan masuk Tahap I ASO yang dijadwalkan berlangsung 17 Agustus 2021.

Wilayah siaran Banten Dua meliputi Kabupaten Pandeglang dan Banten Tiga yang mencakup Kabupaten Lebak masing-masing akan mendapatkan siaran televisi digital mulai 31 Desember 2021 dan 2 November 2022.

Multipleksing BSTV, TransTV, dan SCTV sudah beroperasi di wilayah siaran Banten Satu. Di Banten Dua terdapat multipleksing BSTV, Metro TV, TransTV, dan TVOne. Terakhir, di Banten 3 beroperasi multipleksing TVRI Bayah, BSTV, dan Metro TV.

Pemerintah akan menghentikan siaran televisi analog dan berpindah ke siaran digital (ASO) melalui lima tahap yang berlangsung pada 17 Agustus, 31 Desember 2021, 31 Maret 2022, 17 Agustus 2022, dan 2 November 2022.

"Dengan adanya penetapan tahapan penghentian siaran analog tersebut, sangat perlu sekali dilakukan sosialisasi secara masif dan kontinu, serta menyiapkan berbagai sarana untuk membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat menyambut era penyiaran TV Digital," imbuhnya.

Menurut Niken, sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat paham bahwa setelah ASO, siaran TV di wilayahnya hanya bisa ditangkap perangkat televisi digital dan pendukungnya. Perangkat lama masih bisa menangkan siaran televisi digital jika ditambah set-top box khusus untuk TV digital.

Migrasi penyiaran TV dari analog ke digital mengacu pada standar International Telecommunication Union (ITU). Namun, ASO dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital di wilayah siaran.

Digital Dividend

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate telah mengungkapkan, langkah ASO akan memberikan manfaat keuntungan digital (digital dividend) bagi Indonesia.

Pasalnya, penggunaan pita frekuensi 700 Mhz yang saat ini digunakan untuk penyiaran TV analog nantinya dapat digunakan untuk kepentingan transformasi digital di Indonesia. Hal ini akan berguna untuk menambah kecepatan internet dan digunakan untuk frekuensi kebencanaan.

“Implementasi sistem penyiaran digital akan menghasilkan efisiensi spektrum radio pada pita frekuensi 700 Mhz, atau dikenal sebagai digital dividend. Kita semua telah ketahui yang saat ini (pita frekuensi 700 MHz) seluruhnya digunakan hanya untuk siaran televisi analog,” kata Johnny, dalam pernyataannya, Kamis (10/6).

Mengutip kajian Boston Consultant Group (BCG), pada 2017, menyebutkan bahwa ada dampak bergulir (multiplier effect) apabila Indonesia mengalihkan digital dividend spektrum 700 Mhz untuk keperluan telekomunikasi seluler pita lebar sangat besar.

Dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan menghasilkan kenaikan PDB sekitar Rp 443 triliun, pajak Rp 77 triliun, serta yang tak kalah penting penciptaan lebih dari 230.000 lapangan pekerjaan baru dan 181 ribu unit usaha baru.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN