Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kejahatan  siber. (Sumber: blog.rackspace.com)

Ilustrasi kejahatan siber. (Sumber: blog.rackspace.com)

Spyware Italia Ancam Perangkat Android dan iPhone

Jumat, 24 Juni 2022 | 16:36 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Google, platform raksasa pencarian asal Amerika Serikat, memperingatkan, saat ini, ada aplikasi mata-mata (spyware) buatan negara Italia yang digunakan untuk menyadap ponsel bersistem operasi Android dan iOS (iPhone) di negara itu dan Kazakhstan.

"Vendor (RCS Lab) ini mengizinkan penyebaran perangkat peretasan berbahaya dan mempersenjatai pemerintah yang tidak mampu mengembangkan teknologi ini di dalam negeri," ungkap Google, dalam sebuah laporannya.

Advertisement

Baca juga: Malware Pegasus Ancam Komunikasi Presiden dan Pejabat Negara

Perusahaan bernama RCS Lab mengembangkan perangkat untuk memata-matai pesan pribadi dan kontak pada perangkat yang diincar. Dalam situs mereka, RCS Lab menyatakan pengguna mereka adalah para penegak hukum Eropa.

Namun, Pemerintah Italia dan Kazakhstan belum memberikan pernyataan atas isu tersebut.

Sementara itu, juru bicara Apple mengatakan sudah mencabut semua akun dan sertifikat yang berhubungan dengan peretasan tersebut. Google pun menyatakan sudah mengambil langkah untuk melindungi pengguna Android dan memperingatkannya soal ancaman spywareke perangkatnya.

RCS Lab menyatakan, produk dan layanan mereka masih sesuai dengan aturan Eropa dan hanya digunakan sebatas membantu penegak hukum dalam menyelidiki kejahatan.

"Personel RCS Lab tidak terpapar, atau berpartisipasi dalam aktivitas apa pun yang diselenggarakan oleh pelanggan," ungkap RCS Lab, dalam keterangan tertulis.

Mereka juga mengecam potensi dan penyalahgunaan produk mereka tersebut.

Google juga mendapati, RCS Lab pernah berkolaborasi dengan firma peretasan Italia, yang sekarang sudah tidak aktif, Hacking Team. Hacking Team juga membuat perangkat lunak pengawasan untuk pemerintah asing yang bisa digunakan pada ponsel dan komputer.

Dalam beberapa kasus, Google yakin spyware RCS Lab bekerja dengan penyedia jasa internet target, yang diketahui berhubungan dengan aktor yang didukung oleh pemerintah.

Baca juga: 2021, Penjualan Ponsel di RI Tembus 40 Juta Unit

Dikritik

Sejumlah perusahaan di dunia diketahui telah membuat perangkat spyware dengan klien pada umumnya dari kalangan pemerintahan. Karena itu, para aktivis menyebut langkah mereka membantu pemerintah mencabut hak asasi dan hak sipil warganya.

Meskipun spyware RCS Lab kelihatannya tidak mencurigakan seperti Pegasus buatan NSO dari Israel, peneliti keamanan siber dari Citizen Lab, Bill Marczak, berpendapat, tetap saja alat itu bisa membaca pesan dan melihat kata sandi pengguna perangkat berbasis Andorid dan iPhone.

"Ini menunjukkan bahwa meski pun ponsel sekarang ada di mana pun, perjalanannya masih panjang untuk mengamankannya dari serangan kuat seperti ini," kata Marczak.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN