Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani.

Startup Digital Jadi Mata Kuliah Wajib

Rabu, 12 Mei 2021 | 12:10 WIB
Natasia Christy

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbudristek) akan berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjadikan startup digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada 2022. Program tersebut mulai dipersiapkan tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani, menyampaikan visinya untuk mencapai target 100.000 mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup (perusahaan rintisan berbasis teknologi) pada 2022. Pada tahap awal, Kominfo membentuk Gerakan 1.000 Startup Digital sebagai wadah pendampingan dan pemberdayaan dunia startup digital di Indonesia.

“Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” kata Paristiyanti dalam siaran pers, Rabu (12/5/2021).

Perkembangan industri digital di Indonesia meningkat secara signifikan. Sejalan dengan itu, pemerintah berupaya terus mendorong penyebaran startup yang lebih masif dan berkualitas. Kominfo dan Kemdikbudristek bekerja sama meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh penilaian sistem kredit semester (SKS).

Gerakan 1.000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites oleh pasar.

Terdapat enam tahapan untuk para pendiri startup. Pertama, ignition yaitu seminar daring yang memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup. Kedua, networking yaitu kegiatan berjenjang dengan peserta lainnya di daerah masing-masing.

Ketiga, workshop yaitu pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup dari ide hingga launching. Keempat, hacksprint yaitu aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji yang akan berlangsung selama 3 hari secara online dan offline bersama mitra coworking di masing-masing kota.

Kelima, bootcamp yaitu melakukan validasi customer dengan bimbingan mentor program, UX, dan bisnis melalui video response dan, keenam, incubation, one-on-one mentoring bersama dedicated mentor dan akselerasi 1 key metric utama selama 4 minggu.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN