Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate menghadiri Grand Opening Traveloka Campus di The Breeze BSD City, Tangerang, Kamis (18/3). (IST)

Menkominfo Johnny G Plate menghadiri Grand Opening Traveloka Campus di The Breeze BSD City, Tangerang, Kamis (18/3). (IST)

Start-up Modal Indonesia Jadi Pemenang Ekonomi Digital

Kamis, 18 Maret 2021 | 21:38 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan, kehadiran start-up digital lokal akan menjadi salah satu kontribusi dan modal penting untuk mendorong Indonesia menjadi pemenang di dalam persaingan ekonomi digital.

Bahkan, keberadaan pelaku usaha di sektor hilir ekonomi digital itu akan melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air.

“Kehadiran start-up digital seperti Traveloka akan mewarnai perjalanan bangsa ini menjadi pemenang digital ekonomi. Saya tentunya menyambut dengan baik ini dan pemerintah mengambil bagiannya secara sungguh-sungguh,” ujar dia, dalam Grand Opening Traveloka Campus di The Breeze BSD City, Tangerang, Kamis (18/3).

Menkominfo menjelaskan, kehadiran start-up digital seperti Traveloka, memberikan gambaran pandemi Covid-19 tidak akan mampu menghentikan semangat pemerintah untuk terus bekerja maju.

“Tidak akan mampu untuk menyetop Traveloka dan lingkungan keluarga besarnya untuk bergerak maju,” tandasnya.

Dia menilai, bisnis pada sektor ekonomi digital juga berpeluang menjadi salah satu andalan dan tulang punggung dalam pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Johnny, kontraksi ekonomi Indonesia pada 2020 sebesar 2,07%. Jika dibanding dengan negara-negara besar, antara lain Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, bahkan di kawasan Asean, yakni Singapura, Malaysia, maupun Filipina, kontraksi ekonominya masih dalam.

“Namun, dengan leadership kuat Presiden Joko Widodo dan didukung oleh pemerintah daerah, kerja serius, selalu melakukan adaptasi, serta agility terhadap Covid-19, Indonesia salah satu dari sedikit negara yang berhasil untuk menekannya, sehingga kontraksinya kita kategorikan sebagai rendah,” ungkap dia.

Optimistisme juga disampaikan oleh  Menkominfo dengan pertumbuhan sektor TIK dalam perekonomian nasional. Pemerintah dan komponen masyarakat dengan kerja serius dan sungguh-sungguh mampu mengatasinya.

“Dan, ini pertanda baik bahwa kita segera masuk ke satu era baru, era yang gak pernah kita ramalkan sebelumnya, di mana migrasi kehidupan dunia fisik ke dunia digital tidak bisa kita hindari lagi,” tegasnya.

Infrastruktur TIK

Selain mengapresiasi dan mendorong kemunculan start-up digital lokal beserta ekosistemnya, seperti lembaga pendidikan dan pengembangan, pemerintah juga mengambil bagian dalam penyediaan infrastruktur TIK. Tujuannya untuk meningkatkan rasio akses internet lebih merata di seluruh Indonesia.

Mnekominfo pun menegaskan, Indonesia untuk pertama kalinya sampai mengintervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disiapkan dalam blended financing. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur TIK merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita berharap, internet link ratio Indonesia segera jauh lebih baik pada saat penggelaran infrastruktur TIK selesai dibangun nanti tahun 2022,” tandasnya.

Mengutip data Kementerian Dalam Negeri, jumlah desa dan kelurahan di seluruh wilayah Indonesia mencapai 83.218. Dari jumlah tersebut, masih ada 12.548 di antaranya yang masih belum terjangkau akses (blankspot) internet 4G.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun terus konsisten untuk menyatukan Indonesia melalui pembangunan infrastruktur TIK secara masif. “Kita sudah siapkan dan sedang bekerja, 9.113 di wilayah 3T serta 3.435 desa dan kelurahan di wilayah non-3T. Pemerintah menggelar pembangunan infrastruktur TIK,” jelasnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN