Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder PT Cybertrend Intrabuana Nadia Alatas. (IST)

Founder PT Cybertrend Intrabuana Nadia Alatas. (IST)

Strategi Berbasis Data Topang Perusahaan Bertahan

Senin, 31 Agustus 2020 | 18:19 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Strategi perubahan untuk menjalankan tranformasi digital yang berbasiskan data merupakan salah satu cara pelaku bisnis dan perusahaan agar tetap bisa bertahan dan tumbuh di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum berlalu.

Founder PT Cybertrend Intrabuana Nadia Alatas mengatakan, pemimpin perusahaan saat ini harus bisa mengambil keputusan cepat dan tepat untuk mengendalikan biaya operasional dan menjaga likuiditas. Apalagi, pandemi Covid-19 telah membawa ketidakpastian dan ketidaknyamanan bagi pelaku bisnis.

“Mereka perlu menentukan prioritas dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Perusahaan perlu fokus pada strategi menghadapi tantangan demi kelangsungan bisnis di era new normal,” ujar Nadia, dalam keterangannya, Senin (31/8).

Menurut dia, strategi perusahaan untuk beralih ke ranah digital kini menjadi lebih penting dari sebelumnya. Bekerja dan berbisnis menggunakan teknologi digital telah menopang kelangsungan hidup banyak sektor bisnis.

Transformasi digital saat ini sudah menjadi suatu keharusan untuk dimiliki (must have). “Customer, supplier, dan semua ekosistem yang berperan harus beralih ke platform digital. Inti dari tranformasi digital adalah data. Setiap transformasi digital adalah transformasi data,” jelasnya.

Nadia mengatakan, segala sesuatu yang bersifat digital menghasilkan data. Selain itu, semua data tidak berarti apa-apa jika tidak ditindaklanjuti, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan bisnis, layanan publik, konsumen, dan lainnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah menyatakan pemerintah menggunakan data science dalam menetapkan kebijakan agar tepat sasaran. Inilah yang digunakan pemerintah saat menerapkan kebijakan tatanan menyesuaikan kebiasaan baru (new normal) untuk menuju masyarakat produktif dan aman dari wabah Covid-19.

Data science merupakan bidang multidisiplin yang menggunakan metode, proses, algoritma, dan sistem ilmiah untuk mengekstrak pengetahuan dan wawasan dari banyak data struktural dan tidak terstruktur.

Dalam penerapannya, data science melibatkan ilmu programming, komputer, statistik, analisa prediktif, machine learning, dan ditambah dengan pengetahuan tentang domain business dari subjek area yang menjadi fokus solusi.

Machine learning adalah bagian dari penerapan ilmu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). “Namun, dalam penerapan teknologi, data science dan AI masih banyak mengalami hambatan. Bukan hanya soal adaptasi teknologi, tetapi juga kesiapan budaya dari perusahaan,” ujar Nadia.

Karena itu, Nadia berpendapat diperlukan perubahan pola pikir (mindset), perilaku, dan kebiasaan untuk menjadikan semua keputusan yang dibuat perusahaan berbasis atas data dengan dukungan teknologi data science dan AI. Jika ini dipenuhi, perusahaan akan mendapatkan keunggulan kompetitif (competitive advantage), terlebih lagi di masa krisis pandemi seperti saat ini.

Perusahaan yang berbasis data (data driven company) dimulai dari langkah ketika semua pelaku di perusahaan dari level top manajemen sampai staf sudah menjadi kebiasaan dan budaya untuk menggunakan data melalui proses data analytics dalam mendukung pengambilan keputusan.

“Katahanan dan kesuksesan perusahaan dalam menghadapi krisis tergantung pada bagaimana kemampuannya sebagai perusahaan yang berbasis data,” ujarnya.

Budaya Data

Nadia yang terpilih sebagai tokoh menginspirasi mewakili Asia-Pasifik dalam International Tableau Conference, menyampaikan, penerapan budaya atas data membutuhkan beberapa komponen utama, yakni strategi, sumber daya manusia (SDM), serta proses dan teknologi.

Di sinilah, Cybertrend hadir sebagai peruahaan konsultan data science dan AI. Cybertrend telah mendapatkan penghargaan partner terbaik se-Asia Tenggara (Southeast Asia Tableau Best Partner) selama lima kali dalam lima tahun terakhir.

“Berbekal keandalan kemampuan data analytics, kedalaman keahlian di area AI dan data science, serta pengalaman implementasi di berbagai industri, Cybertrend dikenal menjadi salah satu partner implementer terkemuka dari solusi data science dan AI di berbagai industri,” kata Nadia, yang saat ini masuk menjadi finalis Channel Asia Women in ICT Award 2020.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN