Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Tbk (Persero). (Foto: Investor Daily/IST)

Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Tbk (Persero). (Foto: Investor Daily/IST)

Telkom Bangun Infrastruktur Telko di Ibu Kota Baru

Emanuel Kure, Senin, 30 September 2019 | 20:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Telkom mendukung penuh rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam dan Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Perseroan pun berkomitmen untuk membangun infrastruktur telekomuniksi (telko), terutama jaringan infastruktur tulang punggung (backbone) untuk mendukung pengembangan ibu kota baru tersebut.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya mendukung penuh rencana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur di ibu kota baru yang akan melibatkan peran badan usaha baik milik negara maupun swasta.

“Kami juga mengajak seluruh operator telekomunikasi di Indonesia untuk bersama melakukan pembangunan infrastruktur yang mendukung digitalisasi ini,” ujar Ririek, dalam keterangannya, seperti dikutip pada Senin (30/9).

Menurut dia, untuk wilayah pulau Kalimantan, saat ini, sebanyak 56 kabupaten dan 9 kota tingkat dua sudah dilayani melalui jaringan fiber optik. Khusus di daerah Kalimantan Timur sepanjang 2.700 kilometer (km) fiber optik sudah terpasang dengan ditopang oleh lebih dari 5.500 base tranceiver station (BTS) dan 3.200 access point.

Total ada, Telkom telah membangun jaringan fiber optik sepanjang 9.374 km di pulau Kalimantan yang dilengkapi dengan lebih dari 17.800 BTS untuk melayani komunikasi seluler milik anak usahanya, yakni Telkomsel.

Ririek melanjutkan, Kalimantan juga terletak di tengah jalur infrastruktur International Global Gateway (IGG) Dumai-Manado yang terhubung dengan dua jalur utama, yakni arah timur melalui jaringan kabel laut SEA-US sepanjang 15.000 km menuju Guam hingga California, Amerika Serikat, dan arah barat melalui Batam terhubung ke Singapura serta arah Dumai ke jaringan kabel laut SEA-ME-WE 5 sepanjang 20.000 km menuju Marseille, Perancis.

“Dengan konfigurasi tersebut, posisi geografis ibu kota baru terhubung dengan dua infrastruktur broadband global yang memiliki keandalan tinggi dan kapasitas yang besar untuk akses informasi ke mancanegara,” jelasnya.

Selain posisi Kalimantan Timur yang strategis, kawasan ini juga relatif aman dari berbagai potensi bencana alam besar. Saat ini, Telkom memberikan julukan khusus kepada Kalimantan, yakni Borneo Digital Island.

“Julukan tersebut mengandung arti bahwa infrastruktur broadband terbaik saat ini telah tergelar 100% di seluruh ibu kota kabupaten dan kota di Kalimantan dan siap menjawab kebutuhan masyarakat terhadap digitalisasi,” pungkas Ririek.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA