Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
menara BTS

menara BTS

Telkomsel Refarming Frekuensi 800 MHz dan 900 MHz

Emanuel Kure, Kamis, 7 Maret 2019 | 21:25 WIB

JAKARTA – Telkomsel, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, tengah melakukan proses penataan ulang frekuensi radio (refarming) 800 MHz dan 900 Mhz. Kegiatan tersebut digelar sejak tanggal 25 Februari hingga 2 April 2019.

Telkomsel melaksanakan refarming di bawah pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Semuanya, mulai dari perencanaan dan eksekusinya dilakukan pemantauan dengan ketat agar tidak berpengaruh negatif terhadap performa jaringan Telkomsel.

Proses penataan ulang frekuensi 800 MHz dan 900 MHz Telkomsel dilakukan di 42 cluster secara nasional yang mencakup 34 provinsi, di pulau Papua, Maluku, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra, dan Jawa.

Vice President Technology & System Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan, frekuensi bagaikan urat nadi bagi penyelenggara jaringan seluler. Karena itu, pihaknya menangani secara serius refarming yang tengah dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya frekuensi yang dimiliki.

“Telkomsel sebelumnya telah berhasil melakukan penataan ulang frekuensi radio di spektrum berbeda. Berdasarkan pengalaman tersebut, kami optimistis, proses refarming kali ini juga dapat dilakukan dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti,” kata Indra, dalam keterangannya, Rabu (6/3).

Menurut Indra, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan meminimalisasi dampak negatif di sisi pelanggan, refarming dilaksanakan pada saat trafik jaringan rendah, yaitu pada pukul 23.00 sampai pukul 02.00 keesokan harinya.

“Selain itu, saat proses refarming dilakukan pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz, pelanggan tetap dapat menggunakan band spektrum lain seperti 1.800 MHz, 2.100 Mhz, dan 2.300 Mhz, sehingga layanan Telkomsel dapat tetap dinikmati dengan baik,” ujar Indra.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 998 Tahun 2018 dan Kepdirjen SDPPI Kemenkominfo Nomor 29 Tahun 2019, penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous).

Penataan ulang dilakukan dengan tujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio tersebut.

Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu. Pada akhirnya, masyarakat pengguna seluler akan dapat menikmati kualitas layanan yang lebih baik, khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (congestion).

Telkomsel yang merupakan operator seluler terbesar di Indonesia memiliki jumlah pelanggan mencapai lebih dari 168 juta. Untuk melayani pelanggannya yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk juga di daerah terpencil dan pulau terluar serta daerah perbatasan negara, perseroan menggelar lebih dari 184.000 base transceiver station (BTS).

Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan teknologi seluler terkini dan menjadi yang pertama melakukan uji coba layanan 5G di Indonesia. Memasuki era digital, perseroan terus mengembangkan bisnis digital, di antaranya digital advertising, digital lifestyle, mobile financial services, dan internet of things.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN