Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pemenang DevCamp 2019. (Foto: Tokopedia/IST)

Para pemenang DevCamp 2019. (Foto: Tokopedia/IST)

Tokopedia Tingkatkan Kualitas SDM TI Indonesia

Emanuel Kure, Selasa, 3 September 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi super ecosystem, mengumumkan pemenang kompetisi hackathon DevCamp 2019 pada hari Sabtu (31/08) pekan lalu. Hal ini dilakukan oleh Tokopedia sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM teknologi informasi (TI) Indonesia.

Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian pelatihan intensif di bidang backend & mobile serta kompetisi hackathon, yang digelar selama enam hari berturut-turut. Kompetisi diikuti oleh puluhan mahasiswa tingkat akhir dari puluhan universitas Tanah Air yang memiliki ketertarikan dalam bidang teknologi dan melalui tahap seleksi.

Kompetisi DevCamp 2019 digelar Tokopedia untuk mendukung misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) dalam mendorong minat mahasiswa di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Meningkatnya minat generasi muda terhadap bidang teknologi diharapkan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah developer andal demi menghadirkan beragam inovasi digital yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam berkontribusi terhadap perekonomian digital negara.

VP of Engineering Tokopedia Aswin Tanu Utomo mengungkapkan, Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia percaya bahwa talenta merupakan investasi terbesar dalam mengakselerasi terwujudnya misi besar untuk Indonesia, yaitu pemerataan ekonomi secara digital.

“Lewat DevCamp 2019, kami berharap bisa mendorong lahirnya lebih banyak talenta berbakat, khususnya developer yang nantinya juga punya kesempatan berkarya untuk Indonesia lewat Tokopedia,” ujar Aswin, dalam keterangannya, Senin (2/9).

Tahun ini, pemenang pertama kompetisi hackathon DevCamp 2019 adalah sebuah grup, yang terdiri dari Dion Saputra (Institut Teknologi Bandung), Ridwan Afwan Karim Fauzi (Universitas Gadjah Mada), dan Azzam Jihad Ulhaq (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Produknya bernama Artpedia yang berfungsi mempertemukan seniman dengan para kolektor karya seni, misal lukisan.

Dalam pengaplikasiannya, Artpedia didukung oleh teknologi realitas tertambah (augmented reality/AR), di mana pengguna dapat melihat langsung karya seni dengan mengarahkan kamera ke lokasi yang mereka inginkan. Inovasi ini memberikan pengalaman interaktif dan imersif kepada pengguna ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Peserta yang mengikuti kompetisi DevCamp 2019 telah melalui rangkaian seleksi yang ketat, dimulai dari seleksi berkas hingga wawancara dengan tim juri dari Tokopedia. Setelah lolos tahap seleksi berkas, peserta diwajibkan mengikuti psikotes dan tes coding. Proses terakhir yang dilewati peserta adalah wawancara dengan divisi HRD dan Technology Tokopedia.

Pada tahun keduanya, kompetisi DevCamp 2019 berhasil menarik lebih dari 1.600 pendaftar dari para mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang teknologi yang telah diseleksi secara ketat hingga tersisa sebanyak 39 peserta. Selama enam hari masa pelatihan dan kompetisi, peserta dibagi ke dalam 13 grup beranggotakan tiga orang yang dimentori oleh 13 engineering manager dari Tokopedia.

Pada empat hari pertama, peserta dihadapkan oleh pelatihan yang meliputi Tokopedia Basic Training dan Intensive Tech Training. Kemudian, seluruh grup diuji untuk menghadirkan inovasi digital, yang dapat mempermudah masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi digital,- lewat sesi hackathon dalam waktu kurang lebih 20 jam.

Pada hari terakhir, grup mempresentasikan produk yang telah mereka buat di hadapan para juri dari tim Technology, Business dan Product Tokopedia.

Ketika sesi hackathon, produk yang dihasilkan setiap grup dinilai berdasarkan beberapa poin, yakni inovasi teknologi yang dihadirkan dan kegunaan produk, pengaplikasiannya ke dalam bisnis dan desain, serta kualitas produk secara keseluruhan.

“Melalui poin-poin penilaian tersebut, kami ingin mengasah kemampuan teknis serta kreativitas mereka dalam menghadirkan sebuah produk yang mudah digunakan dan memberikan nilai tambah kepada pengguna,” jelas Aswin.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA