Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Twitter

Logo Twitter

Twitter Luncurkan Program Cek Fakta Birdwatch

Selasa, 26 Januari 2021 | 19:31 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Twitter meluncurkan program yang memungkinkan pengguna menandai cuitan yang diyakini menyesatkan dan menulis catatan untuk memberikan konteks.

Dinamai sebagai Birdwatch, program tersebut hadir terlebih dahulu di Amerika Serikat (AS), menurut perusahaan media sosial itu, seperti dikutip Selasa (26/1).

Twitter dan perusahaan media sosial lainnya kini berada di bawah tekanan untuk memerangi informasi yang salah di platformnya. Tahun lalu, Twitter pun mulai menambahkan label dan peringatan untuk misinformasi di platformnya, termasuk tentang pandemi Covid-19 dan pemilu AS.

Fitur Birdwatch terletak ada pada bagian terpisah dari Twitter, yakni twitter.com/i/birdwatch. Namun, hanya peserta percontohan yang mendaftar program tersebut yang dapat menulis catatan untuk mengidentifikasi dan membantah kesalahan informasi.

Catatan mereka awalnya tidak akan terlihat di Twitter untuk pengguna di luar grup percontohan. Tetapi, catatan mereka akan terlihat di situs Birdwatch.

Twitter mengharapkan, sebanyak 1.000 hingga 100.000 orang dapat bergabung dalam Birdwatch secara bergilir dan tidak akan dibayar.

"Pada akhirnya, kami memiliki tujuan untuk membuat catatan terlihat langsung di Tweet untuk pengguna Twitter global, ketika ada konsensus dari sekumpulan kontributor yang luas dan beragam," kata Wakil Presiden Produk Twitter, Keith Coleman.
Dia yakin, model tersebut pantas untuk dicoba guna menekan beredarnya informasi yang salah di Twitter. Peserta Birdwatch pun dapat menilai catatan dari kontributor lain.

"Kami tahu, ada sejumlah tantangan untuk membangun sistem berbasis komunitas seperti ini, dari membuatnya tahan terhadap upaya manipulasi hingga memastikannya tidak didominasi oleh mayoritas sederhana, atau bias berdasarkan distribusi kontributornya," imbuh Coleman.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN