Menu
Sign in
@ Contact
Search
webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema Waspada Rekam Jejak Digital di Internet

webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema Waspada Rekam Jejak Digital di Internet

Waspada Rekam Jejak Digital di Internet

Minggu, 31 Juli 2022 | 08:47 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

SEMARANG, investor.id - Digital Civility Index (Indeks Keadaban Digital) yang diukur oleh Microsoft menunjukkan Indonesia berada pada tingkat ke-29 dari 32 negara. Masyarakat harus selalu diingatkan untuk selalu waspada dalam menggunakan internet, mengingat terdapat rekam jejak digital yang dapat dilihat oleh berbagai kalangan.

“Pesatnya perkembangan digital di Indonesia perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, seperti dikutip siaran pers yang diterima Minggu (31/7),

Hal tersebut dikemukakan Samuel saat membuka webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema ‘Waspada Rekam Jejak Digital di Internet bagi para guru dan siswa di Semarang, Jawa Tengah yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

Webinar yang telah berlangsung pada Senin, (25/7) lalu ini melibatkan guru dan siswa di Semarang sebagai peserta via online. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya memperhatikan rekam jejak digital ketika sedang mengakses internet.

Nia Nurdiansyah, Fasilitator Womenwill/Gapura Digital Indonesia sebagai narasumber pertama, memberi gambaran bahaya rekam jejak digital di internet.

“Setiap aplikasi akan mempelajari hal-hal yang kita inginkan bahkan dapat memahami penggunanya. Apa yang dilakukan melalui media sosial dapat mempengaruhi orang lain. Maka, diperlukan keamanan digital untuk mengurangi risiko kejahatan,” ujar Nia Nurdiansyah.

Diakuinya, setiap pengguna internet meninggalkan jejak yang terdiri dari passive user footprint, yaitu data yang ditinggalkan secara tidak sadar. Seperti riwayat pencarian, lokasi, dan lainnya. Kemudian, active user footprint seperti postingan foto, video dan status. Dengan begini, risiko pencurian data pribadi dan kejahatan dapat terjadi, maka itu penting bagi masyarakat untuk menjaga rekam jejak digitalnya.

Narasumber kedua, Devi Purnamasari, Social Media Specialist menganjurkan audiens mengganti password akun media sosial selama satu bulan sekali menggunakan kombinasi huruf dan angka yang sulit.

Audiens dijabarkan cara mengamankan perangkat digital, mengamankan identitas, waspada penipuan. Berpikir sebelum berkomentar juga dibahasnya karena komentar dapat menimbulkan kericuhan.

“Agar masyarakat mampu membuat rekam jejak positif dan belajar melalui internet. Hal yang perlu diingat, tak ada keamanan 100% pada dunia digital. Saatnya berpikir kritis. Jangan mudah percaya informasi yang beredar di internet sebelum terbukti kebenarannya,” ujar Devi Purnamasari.

Melengkapi kedua narasumber sebelumnya, Iqbaal Harits Maulana, pengelola informasi dan basis data juga menjabarkan bahwa keamanan digital merupakan proses untuk memastikan pengguna layanan digital dapat dilakukan secara aman dan melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.

“Masyarakat perlu mengingat batasan membagikan postingan dan punya kendali di dunia digital. Perlu diingat, data adalah komoditi yang berharga. Maka, bijak dalam membagikan data pribadi dan jangan terpaku oleh tren tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi,” ujar Iqbaal Harits Maulana.

Misalnya, tren Instagram story yang membagikan informasi terkait nama panggilan. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh penipu untuk mengecoh masyarakat dalam kejahatan digital. Semua ini merujuk pengendalian jejak digital dan pemahaman bahwa kita tidak dapat mengontrol orang lain, melainkan mengontrol diri sendiri. Kurangi frekuensi bermain gadget dan lakukan social media detox dengan meng-uninstal aplikasi yang tak perlu. Perbanyak interaksi positif secara langsung.

Materi webinar kali ini, diharapkan dapat menyadarkan masyarakat terkait pentingnya rekam jejak digital dan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam dunia digital.

Minat dan respon positif masyarakat menumbuhkan semangat bagi Kemenkominfo untuk terus memberikan imbauan melalui program Indonesia Makin Cakap Digital yang berkolaborasi bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan selanjutnya dapat diakses melalui info.literasidigital.id atau media sosial Instagram. TikTok, Twitter , Facebook & channel Youtube Siberkreasi

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com