Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi Waze di ponsel. (Foro: pocket-lint.com)

Aplikasi Waze di ponsel. (Foro: pocket-lint.com)

Waze Pantau PSBB di Jakarta dan Jabar

Kamis, 23 Juli 2020 | 09:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Waze, platform navigasi yang menyatukan komunitas ketika sedang berada di jalan maupun tidak, bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19. Dua di antaranya dilakukan di Jakarta dan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Jakarta Smart City (JSC) dan Jabar Digital Service (JDS) telah menggunakan Waze for Cities, program gratis untuk berbagi data dua arah mengenai informasi lalu lintas yang tersedia di publik. Tujuannya untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan kemacetan di kota masing-masing.

Country Manager Waze Indonesia Marlin R Siahaan menjelaskan, selama situasi darurat seperti Covid-19 sekarang ini, di mana terdapat penerapan PSBB, data real-time Waze menyediakan sumber daya yang sangat penting bagi mitra Waze.

“Melalui wawasan data Waze yang kuat, kami sangat senang dapat membantu JSC dan JDS dalam mengelola lalu lintas dan membuat perencanaan kota yang baik,” ujar Marlin, dalam keterangannya, seperti dikutip Kamis (23/7).

Waze for Cities Data merupakan bagian dari Waze for Cities di mana mitra dapat mengakses berbagai solusi untuk mengelola lalu lintas saat situasi genting.

Program gratis untuk berbagi data dengan dua arah itu menghasilkan pemahaman lebih baik tentang smart data di antara para pemimpin kota. Kehadirannya membantu mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat ketika memantau kebijakan berbasis kota seperti PSBB.

JSC dan JDS merupakan dua dari lebih 1.500 mitra global yang menggunakan data Waze for Cities untuk mengurai kemacetan dan membuat perencanaan keputusan yang lebih baik.

Ketika Covid-19 melanda, data dari Waze digunakan untuk mengevaluasi kebijakan PSBB yang dipaparkan langsung kepada bupati/walikota tentang informasi penurunan tingkat kemacetan dan beberapa area yang ditutup jalannya. 

Selain itu, JSC menggunakan Waze for Cities Data untuk mengevaluasi kebijakan lalu lintas Ganjil-Genap Jakarta, membantu memonitor titik-titik kemacetan dinas perhubungan secara semi automasi, dan menemukan rute yang tidak dijangkau oleh jaringan MRT.

Dengan melakukan hal itu, JSC dapat mengidentifikasi dan merekomendasikan daerah-daerah yang perlu dijangkau oleh TransJakarta, atau sistem transportasi umum lainnya sekaligus memaksimalkan pilihan transportasi umum yang aman selama pandemi.

Bekerja di bawah Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, JSC mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengetahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya demi membentuk Jakarta menjadi kota yang cerdas.

Serupa dengan JSC, JDS adalah Unit Pelaksana Pengelola Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial yang beroperasi di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat yang memanfaatkan Waze for Cities Data dengan tujuan yang hampir sama.

Manfaat

Head of Data & Analytics Jakarta Smart City Juan Intan Kanggrawan mengungkapkan hal serupa dalam menilai data Waze yang telah  membantu timnya dalam mengawasi kondisi lalu lintas Jakarta:

“Kami berterima kasih kepada Waze for Cities Data karena telah menguntungkan kami dalam banyak hal, terutama dalam memaksimalkan pelayanan publik,” ungkap Juan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji, ST, MSi, menjelaskan manfaat menjadi mitra Waze for Cities Data. Waze for Cities Data membantu Pemprov Jawa Barat menanggapi masalah dengan cepat dan membuat keputusan di saat krisis.

“Oleh karena itu, kami melihat bahwa platform ini akan terus berguna bagi perencanaan kami ke depannya. Setiap kali kami menemukan lubang jalan dan titik banjir, kami dapat langsung memberitahu pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut,” paparnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN