Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo jejaring sosial Amerika Serikat (AS) Facebook dan layanan pesan seluler WhatsApp terlihat di layar smartphone dan tablet. ( Foto: Lionel Bonaventure / AFP )

Logo jejaring sosial Amerika Serikat (AS) Facebook dan layanan pesan seluler WhatsApp terlihat di layar smartphone dan tablet. ( Foto: Lionel Bonaventure / AFP )

WhatsApp Tunda Pembagian Data ke Facebook

Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:25 WIB
Fajar Widhiyanto

WhatsApp menunda penerapan kebijakan baru soal penggunaan data privasi para penggunanya, menyusul kebingungan massal seputar data yang akan dibagikan kepada perusahaan induknya, Facebook.

Pada Desember 2020 lalu, aplikasi pesan dan komunikasi WhatsApp melansir pengumuman kepada para penggunanya, tentang persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang diperbarui. Dalam pengumuman tersebut dipaparkan sejumlah klausul yang harus disetujui oleh orang-orang untuk tetap menggunakan aplikasi WhatsApp setelah 8 Februari 2021.

Salah satu klausul dari kebijakan terbaru yang memicu kekhawatiran pada para penggunanya adalah seputar data yang akan dikumpulkan dan dibagikan kepada Facebook. Sementara Facebook sendiri selama ini dikenal memiliki rekam jejak yang buruk seputar privasi dan perlindungan data para penggunanya. Publik pengguna pun banyak yang merasa khawatir perihal renana tersebut. Akibatnya, banyak pengguna yang memutuskan pindah ke aplikasi komunikasi lainnya yang cukup kompetitif seperti Signal dan Telegram. Kondisi ini mendorong pihak WhatsApp akhirnya menunda pembagian data ke Facebook hingga 15 Mei 2021.

"Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan kami baru-baru ini. Ada banyak informasi yang salah yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami," demikian disampaikan manajemen WhatsApp dalam sebuah posting blog pada hari Jumat (15/1) waktu setempat seperti dilansir CNN Business.

Dalam klausul tentang kebijakan privasi WhatsApp, disebutkan bahwa informasi pengguna yang dikumpulkannya dapat dibagikan dengan perusahaan Facebook lain "untuk membantu mengoperasikan, menyediakan, meningkatkan, memahami, menyesuaikan, mendukung, dan memasarkan Layanan kami termasuk penawaran yang ada di dalamnya." Namun, WhatsApp dalam pernyataannya kepada CNN Business sebelumnya menyebutkan bahwa praktik berbagi data seperti ini bukanlah hal baru.

Dalam postinganpada blog di Jumat kemarin, WhatsApp menekankan bahwa platformnya menampilkan enkripsi dari ujung ke ujung, yang berarti baik WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan pribadi pengguna. Pihak WhatsApp juga diklaim tidak menyimpan daftar log pihak pengguna layanan telepon maupun pengirim pesan. WhatsApp mengaku tidak dapat melihat lokasi yang dibagikan seseorang dan tidak membagikan kontak pengguna dengan Facebook.

Kebijakan privasi WhatsApp terakhir diperbarui secara global pada 2016. Pada saat itu, pengguna secara singkat ditawarkan untuk memilih keluar dari berbagi data dengan Facebook. Dalam pembaruan terbaru ini, referensi ke opsi berbagi tidak lagi tersedia dan telah dihapus. Itu berarti tidak ada data pengguna WhatsApp tambahan yang akan dibagikan dengan Facebook dibanding beberapa tahun terakhir. Mereka yang memilih opsi tidak ikut pada tahun 2016 disebut-sebut tidak akan terpengaruh pada kebijakan kali ini.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN