Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fitur baru aplikasi Laut Nusantara. (IST)

Fitur baru aplikasi Laut Nusantara. (IST)

XL Axiata dan BROL Perkaya Fitur Aplikasi Laut Nusantara

Minggu, 18 Juli 2021 | 20:19 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT XL Axiata Tbk dan Balai Riset dan Observasi Laut  Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (BROL) menambah fitur pendeteksi keberadaan ikan tuna Sirip Kuning, Sirip Biru, dan Albacore, pada aplikasi Laut Nusantara.

Ketiganya merupakan ikan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi primadona di pasar dunia. Fitur baru tersebut sudah bisa dimanfaatkan para nelayan sejak Juli 2021. Aplikasi Laut Nusantara kini pun semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan ikan-ikan itu.

Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata Marwan O Baasir mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara bagi para nelayan di Tanah Air.

“Visi kami jelas, yaitu membantu para nelayan Indonesia untuk mampu produktif dan aman dalam bekerja, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Marwan, dalam pernyataannya, dikutip Minggu (18/7).

Menurut dia, BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya manfaat aplikasi Laut Nusantara dengan data-data hasil riset yang melimpah dan bisa diimplementasikan menjadi sarana digital yang mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia.

“Secara bertahap, kami akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara,” imbuhnya.

 Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan Dr I Nyoman Radiarta, MSc, menyampaikan bahwa keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan.

Dalam aplikasi Laut Nusantara, informasi tersebut ditampilkan secara sederhana untuk membantu nelayan, sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan aman.

Peneliti BROL Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut adalah dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan.

“Front merupakan daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit,” tutur Eko.

Menurit dia, pelacakan  ikan tuna dan cakalang dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik nonlinear.

“Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan tuna Sirip Kuning, tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana, sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan, ” pungkas Eko.

Data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, harga tuna Sirip Kuning sekitar Rp 50.000/kg, tuna Sirip Biru sekitar Rp 100.000/kg, dan Albacore sekitar Rp 50.000/kg.  

Sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga tiga kali lipatnya.   Sementara itu, di pasar internasional, harga seekor tuna Bluefin pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN