Menu
Sign in
@ Contact
Search

Ajang Pembuktian Festival Musik Skala Internasional

Senin, 6 Mar 2017 | 16:50 WIB
Oleh Indah Handayani (redaksi@investor.id)

JAKARTA - Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 telah memuaskan hasrat pecinta musik di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 3-5 Maret 2017. Bahkan, format dan konsep yang diusung tahun ini berbeda dan segar membuat Java Jazz Festival tampil sebagai festival musik berskala internasional.


Pada hari terakhir, Minggu (5/3), banyak deretan musisi yang memang dinantikan penampilannya. Sebut saja penampilan duo musisi Endah N’Rhesa yang berhasil menyedot perhatian pengunjung di Java Jazz Stage yang berada di outdoor. Mereka tampil berkolaborasi dengan DuoDrum untuk kali pertama. Tak heran apabila mereka tidak hanya menyanyikan lagu-lagu hits milik Endah N’Rhesa ,tapi juga milik DuoDrum.

Advertisement


Tak kalah menarik adalah penampilan dari penyanyi asal Amerika Serikat, Ne-Yo yang tampil enerjik di BNI stage. Pria berusia 35 tahun ini tercatat menyanyikan lagu sebanyak 22 buah sembari menari selama hampir satu jam lebih. Kehadiran Ne-Yo mampu menarik banyak penonton dan itu terlihat dengan padatnya hall B3 yang menjadi tempat tampilnya Ne-Yo.


“Apakah kita menghabiskan waktu dengan baik malam ini? Di sini panas ya?,” ungkap dia sembari mengusap keringat yang berkucuran di wajah dan kepalanya yang plontos.


Malam kian larut, semakin banyak deretan musisi ternama yang tampil pada hari terakhir gelaran Java Jazz Festival tersebut. Penampilan yang paling ditunggu adalah aksi Iwan Fals yang untuk kali pertama hadir di Java Jazz Festival. Uniknya lagi, Iwan Fals berkolaborasi dengan Maurice Brown dan Kirk Whallum pada pukul 23.30 WIB. Pada jam yang sama, ada pula penampilan Eva Celia yang merupakan putri dari musisi Tanah Air, Indra Lesmana.


Direktur Utama Java Festival Production Dewi A Gontha mengatakan jika dilihat pola setiap tahun, traffic penonton memang paling banyak terjadi pada setiap Sabtu. Pada hari itu, biasanya menyumbang traffic sebesar 45% dari total pengunjung setiap tahunnya.


Sedangkan tahun ini, dia mengaku optimistis mampu mencetak jumlah traffic hingga 120 ribu penonton selama tiga hari. Apalagi, pada tahun ini animo penonton semakin meningkat setelah ditiadakannya special show, sehingga penonton bisa menikmati semua pertunjukan.


“Kami belum bisa menjelaskan berapa angka traffic hingga saat ini. Biasanya baru selesai festival kami akan mengumumkan,” ungkap dia.


Sementara itu, Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan pada tahun ini banyak wajah penonton yang mengekspresikan kegembiraan. Terlebih mereka bisa masuk ke semua pertunjukan tanpa harus membayar lagi. Hal itu dinilainya merupakan hal positif sehingga semakin banyak penonton yang datang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Sedangkan mengenai transaksi yang tercatat, Anggoro mengatakan pihaknya mencatatkan telah ada 35 ribu transaksi yang tercatat pada hari kedua.


“Sedangkan jumlah kartu Tapcash yang terjual telah mencapai 7.000 unit. Hingga hari terakhir kemungkinan bisa mencapai dua kali lipatnya,” ujar dia.


Anggoro menambahkan dukungan BNI terhadap Java Jazz Festival tanpa henti selama 12 tahun menunjukkan keyakinan korporasi terhadap event musik yang spesial ini sejak awal. Dukungan yang berlangsung belasan tahun itu juga menjadi simbol gairah BNI dalam usaha menumbuhkan industri kreatif di Tanah Air sejak lama. Untuk itu menjadi hal yang wajar bagi BNI untuk menjadi tittle sponsor.


Merchandise

Selama dua hari pagelaran Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 penjualan kaos merchandise telah menembus 2.000 buah. Diperkirakan penjualan kaos akan menembus 3.000 buah.


Koordinator Merchandise Java Jazz Festival, Tesza Tamam mengatakan selama dua hari penyelenggaraan, kaos merchandise merupakan item yang paling diburu oleh pengunjung. Tahun ini ada 12 artikel kaos merchandise yang dijual. Sedangkan harga kaos merchandise dibanderol seharga Rp 190 rb.


“Harga kaos Java Jazz Festival paling murah dibandingkan dengan festival lainnya,” ungkap Tesza di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3).


Menurut Tesza, tahun ini merchandise yang dijual lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Tahun ini ada sekitar 11 item yang dijual. Tidak hanya itu, tahun ini penjualan merchandise ada beberapa item yang dijual secara bundling. Hal itu membuat harga merchandise menjadi lebih murah dan terjangkau.


Merchandise termurah dijual seharga Rp 35 ribu untuk kantong belanja sedangkan termahal adalah jaket yang dibanderol Rp 300 ribu,” jelas dia.


Saat ini, menurut Tesza, penjualan merchandise hanya berada di satu titik, yaitu di posisi outdoor. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berada di banyak titik. Hal itu dilakukan agar seluruh stok barang lebih terkumpul dan juga memudahkan pengunjung yang ingin membeli merchandise.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com