Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo saat kunjungan media secara virtual di BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (16/2/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo saat kunjungan media secara virtual di BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (16/2/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BKKN: Setiap Tahun, 1,2 Juta Anak Terkategori Stunting

Selasa, 16 Feb 2021 | 18:02 WIB
Natasia Christy Wahyuni (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penanggungjawab program penanggulangan stunting (kekerdilan pada anak), Hasto Wardoyo  menyatakan sebanyak 1,2 juta anak setiap tahun terkategori stunting. Angka itu dihitung dari 4,8 juta kelahiran bayi per tahun dimana 27% dikategorikan stunting, baik sejak lahir atau selama masa pertumbuhan sampai usia 1.000 hari pertama seorang anak (2 tahun).

Hasto mengatakan sebanyak 11,7% dari 4,8 juta bayi terlahir dalam keadaan stunting karena masuk kelompok bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yaitu berat kurang dari 2,5 kilogram dan panjang kurang dari 48 sentimeter.

“Jadi modal (stunting) kita begitu lahir sudah cukup banyak. Anak yang lahirnya normal, diberi ASI (air susu ibu) normal, setelah makan, asupan menjadi tidak cukup, kondisinya menurun, berat tidak naik, akhirnya jumlah yang stunting jadi 27,6%,” kata Hasto saat berdiskusi dengan jajaran redaksi Beritasatu dan Investor Daily lewat konferensi video, Selasa (16/2/2021).

Hasto menjelaskan stunting pada anak hanya bisa diperbaiki saat anak masih berusia 2 tahun ke bawa atau pada masa emasnya yaitu 1.000 hari pertama kehidupannya.

Advertisement

Itu sebabnya, BKKBN selalu mengkampanyekan kepada pasangan yang akan menikah agar mempersiapkan diri untuk prokreasi atau program kehamilan, terutama untuk calon ibu.

“Banyak perempuan-perempuan mau menikah, status nutrisi, gizinya tidak optimal. Ada anemia, defisiensi vitamin D dan asam folat, sehingga melahirkan anak nggak karu-karuan. Janin jadi bertumbuh lambat selama di dalam rahim,” kata Hasto.

Hasto mengatakan BKKBN sudah merancang sejumlah kebijakan untuk merevisi angka stunting dengan target pengurangan angka stunting sebesar 14% sampai 2024. Dia menilai ibu hamil menjadi salah satu sasaran utama program karena sebagai “pabrik” dari seorang bayi.

Hasto menjelaskan peran bidan di desa sangat penting sebagai ujung tombak dari pendampingan kepada ibu hamil. Jumlah perempuan hamil setiap tahun di Indonesia sebanyak 5 juta orang atau hampir seperti populasi Singapura, sedangkan jumlah bidan yang terdaftar di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mencapai 450.000. Artinya, jika dihitung secara linear, maka jumlah bidan untuk mendampingi ibu hamil seperti memberi pengetahuan mengenai kehamilan yang sehat, sebenarnya sudah memadai.

“Saya ambil 250.000 bidan saja untuk mendampingi 5 juta ibu hamil, artinya 1 bidan cukup mendampingi 20 ibu hamil setiap tahun,” ujarnya.

Namun, Hasto mengakui jumlah bidan tidak merata di setiap daerah sehingga ke depan, BKKBN akan mengeluarkan program untuk mewajibkan setiap desa memiliki minimal satu bidan dan membuat platform real time untuk kondisi ibu hamil.

Langkah lain yang akan digencarkan untuk mencapai target pengurangan 14% angka stunting adalah kampanye pemakaian alat kontrasepsi, sehingga kelahiran antar anak bisa diatur dengan jarak ideal 2-3 tahun. Hasto juga menyebut usia ideal perempuan hamil minimal 20 tahun, sedangkan maksimal 35 tahun demi menghindari risiko bagi ibu dan anaknya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com