Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kemasan berupa galon isu ulang air

kemasan berupa galon isu ulang air

Sejumlah Penelitian Ungkap Bahaya BPA Terhadap Perkembangan Otak

Rabu, 30 Juni 2021 | 17:17 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Hasil penelitian terbaru mengungkapk bahaya penggunaan kemasanan makanan berbahan baku plasktik yang mengandung Bisphenol A atau BPA terhadap kesehatan manusia. Hasil penelitan tersebut mengungkap dampak buruk zat tersebut terhadap perkembangan otak anak yang terpapar BPA selama dalam kandungan.

Hal tersebut ditemukan Dr Deborah Kurrasch dalam laboratoriumnya selama melakukan penelitian terhadap anak tikus yang terpapar BPA sewaktu masih dalam kandungan. Meski kandungan BPA yang diujicoba kepada tikus masih di bawah ketentuan yang diperbolehkan US Food and Drug (FDA), faktanya masih berimplikasi negatif terhadap otak anak hewan tersebut.

“Kami meneliti embrio tikus yang sudah terpapar BPA dengan dosis rendah. Dari hasil penelitian tersebut terungkap bahwa BPA mempengaruhi perkembangan neuroan pada otak janin yang memiliki efek jangka panjang terhadap perilaku tikus tersebut. Keturunan tikus yang terpapar BPA selama kehamilan menunjukkan hiperaktif,” tulisnya dalam seperti yang dipublikasikan di laman Science Advances, belum lama ini.

Selain itu, penelitan tersebut mengungkap, anak tikus yang terpapar BPA selama dikandungan menunjukkan perubahan otak yang berimplikasi pada tidur, tingkat aktivitas, dan perilaku lainnya. Dengan hasil penelitian tersebut diharapkan peninjaun kembali ambang batas BPA dalam kemasan plastik untuk makanan dan minuman pada masa mendatang.

Penelitan serupa juga ditemukan oleh peneliti gabungan dari Thailand, Jepang, dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Penelitian gabungan tersebut menemukan bahwa anak yang terpapar bisphenol A selama dalam kandungan memiliki risiko tinggi terhadap autisme.

Sedangkan Tim peneliti Bayreuth yang dipimpin oleh Dr Peter Machnik menemukan adanya peluang kerusakan otak terkait senyawa umum dalam benda plastik sehari-hari. Jani yang terkontaminasi BPA dapat mempengaruhi fungsi saraf otak di masa mendantang.

Terkait sejumlah hasil penelitian ini, Ketua JPKL Roso Daras mengatakan, argumen sejumlah pihak yang menyebutkan tidak ada dampak negatif BPA bagi kesehatan merupakan pendapat keliru, meskipun kandungannya rendah. "Jika memang BPA aman, mengapa beberapa negara maju melarang penggunaan kemasan mengandung BPA? Berkontak langsung dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh bayi dan balita?," terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN