Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi AMDK guna ulang

Ilustrasi AMDK guna ulang

Lima Tips Aman Mengonsumsi AMDK

Selasa, 28 September 2021 | 17:39 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Air minum dalam kemasan (AMDK) telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terkait kualitas dan kehalalan produknya. BPOM mengimbau agar konsumen tetap tenang terkait keamanan, mutu dan gizi AMDK.

Sebab, saat ini sudah penerapan SNI wajib AMDK yang diatur Peraturan Kepala BPOM. Standar yang ditetapkan BPOM sejalan dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Codex. BPOM juga menyatakan, akan terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sesuai dengan standar yang berlaku. Adapun terkait sertifikat halal produk AMDK, dapat dicek melalui laman Halalmui.org.

Akan tetapi, beberapa tahun lalu, muncul isu mikroplastik atau plastik berukuran kurang dari 5 milimeter dan menjadi polutan paling mudah ditemukan di manapun, hingga dalam bentuk debu. Hasil studi yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 2019 menyatakan, ambang batas aman kandungan penyerapan mikroplastik >150μm (mikrometer) cenderung akan diekskresikan oleh tubuh melalui feses.

Kajian terbatas juga menunjukkan, sumber utama polusi mikroplastik di sumber air tawar adalah limpasan terestrial dan air limbah tembusan. Namun, jika proses pembersihan air limbah dioptimalkan, dapat secara efektif menghilangkan sebagian besar mikroplastik. Patogen mikroba dan bahan kimia lainnya lah yang justru akan menjadi masalah kesehatan manusia yang lebih besar daripada mikroplastik.

Diketahui, mikroplastik dapat memasuki sumber air minum dalam beberapa cara. Pertama, dari air yang meluber dari sumbernya, misalnya, air laut, air sungai paska hujan, hingga limbah cair, baik yang dirawat maupun yang tidak dirawat, luapan saluran pembuangan gabungan, industri limbah, sampah plastik terdegradasi dan deposisi atmosfer.

Seiring dengan itu, ada beberapa tips untuk mengonsumsi AMDK secara aman, seperti disarikan dari berbagai sumber. Pertama, perhatikan informasi sumber mata air yang diambil. Seperti namanya, air mineral mengandung beragam mineral bermanfaat seperti kalsium, kalium, natrium, fluoride, dan magnesium. Selain sumber airnya, proses pengolahan dalam produksi air mineral perlu diperhatikan. Idealnya, air mineral kemasan sudah diolah dengan teknologi canggih, sehingga kandungan mineralnya tetap terjaga dan tidak terkontaminasi oleh kuman maupun bahan kimia berbahaya

Kedua, cek standardisasi yang diterapkan dalam proses produksi hingga distribusi. Pastikan produk AMDK telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan halal oleh LPPOM MUI. Ketiga, perhatikan kondisi kemasannya. Sebab, kemasan yang rusak bisa menandakan produk tersebut sering terpapar suhu panas dalam jangka waktu lama atau bahkan terpapar zat kimia berbahaya, sehingga kualitas air dan keamanannya tidak lagi terjamin.

Keempat, perhatikan warna, rasa dan bau airnya. Air yang aman dikonsumsi adalah air yang tidak berwarna atau terlihat jernih, tidak berbau, tidak memiliki rasa. Kelima, cek masa kedaluwarsa, karena AMDK punya variabel ini, tak seperti air yang dimasak.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN