Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Program pendidikan seni dan budaya Korea-Indonesia, Made in Cirebon adalah proyek bantuan pengembangan resmi Official Development Assistance (ODA) yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea (MCST).

Program pendidikan seni dan budaya Korea-Indonesia, Made in Cirebon adalah proyek bantuan pengembangan resmi Official Development Assistance (ODA) yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea (MCST).

Seni dan Budaya

KACES Kembali Gelar Program Made in Cirebon

Senin, 18 Oktober 2021 | 02:59 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Direktur dari Divisi Sumber Daya Pendidikan Korea Arts and Culture Education Services (KACES), Yujin Hong, mengatakan pihaknya kembali menggelar program Made in Cirebon pada tahun ini.

Program Made in Cirebon merupakan kelanjutan dari proyek Made in Cirebon yang dilaksanakan pada 2020 lalu. Acara Made in Cirebon tahun ini berlangsung selama Juli-Oktober 2021 yang melibatkan 13 seniman dan sekitar 20 guru serta 175 siswa dari SMPN 1 Kota Cirebon dan SMPN 18 Kota Cirebon.

Program pendidikan seni dan budaya Korea-Indonesia, Made in Cirebon adalah proyek bantuan pengembangan resmi Official Development Assistance (ODA) yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea (MCST). Program itu dipersembahkan oleh KACES yang berkolaborasi bersama L’Art Company, Arcolabs, Pemerintah Kota Cirebon, dan Sinau Art.

"Proyek ODA ini bertujuan untuk menumbuhkan inovasi dan sistem pendidikan seni dan budaya yang berkelanjutan di Indonesia melalui kerja sama dengan seniman lokal,” kata Yujin Hong secara virtual, Jumat, 15 Oktober 2021.

Kali ini, KACES melanjutkan kerja sama dengan Arcolabs – Center for Art and Community Management sebagai mitra lokal yang menyelenggarakan proyek di Indonesia. Dalam riset yang telah dilakukan sebelumnya, Arcolabs menemukan adanya tantangan-tantangan genting yang dihadapi oleh pendidikan seni dan budaya di Indonesia, termasuk alokasi jam pembelajaran yang kurang dan bidang keahlian guru.

Meski telah ada sejumlah upaya pendidikan seni alternatif yang dicetuskan oleh swasta atau kolektif seniman dan pemerintah, upaya-upaya independen ini masih perlu dikaji lebih jauh terkait efektivitas materi dan dampaknya kepada siswa. Made in Cirebon berusaha mencari solusi dari tantangan ini lewat kurikulum yang sudah ada.

Direktur Arcolabs, Jeong Ok Jeon, menyatakan, tujuan ini diterjemahkan lewat fokus program pada kolaborasi dengan seniman lokal melalui model pembelajaran terintegrasi. Untuk memberikan pembelajaran yang komprehensif, kelas-kelas seni ini dikembangkan dengan menggabungkan seni media baru, alam dan pengetahuan lingkungan, budaya dan tradisi lokal, musik, seni, sastra, sains dan seni performans.

"Melalui pendekatan multidisipliner ini, peserta juga bisa memperdalam minat mereka di bidang seni dan budaya, memperluas pengetahuan mereka akan dunia dengan tetap membuka diri untuk mencari solusi terhadap permasalahan komunitas,” ujar Jeong Ok Jeon.

Program yang kembali dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 ini memiliki tema proyek Trust and Growth yang berusaha memusatkan perhatian masyarakat pada kesempatan-kesempatan untuk terhubung kembali, membangun dan mempertahankan rasa percaya, di tengah mobilitas yang serba terbatas.

Sementara itu, menurut Nico Broer, pendiri Sinau Art, program yang berjalan di tengah situasi pandemi memang menantang. Apalagi pada  tahun ini, pihaknya  melibatkan lebih banyak siswa dan guru.

"Saat ini adalah tahun kedua, kami lebih percaya diri dibandingkan tahun lalu, tetapi di saat yang sama ada banyak sekali pembelajaran baru tidak hanya terkait eksplorasi teknik atau medium, tetapi juga tentang budaya dan komunitas lain,” kata dia.

Selama Juli hingga Oktober, ada empat kegiatan yang berlangsung. Pertama, Workshop for Teaching Artists, 26 – 27 Juli 2021. Kedua, Workshop for Local Artists (Sinau Art), 9-14 Agustus 2021. Ketiga, Workshop for Teachers and Students, di SMPN 18 Kota Cirebon, 20-24 September 2021 dan di SMPN 1 Kota Cirebon, 27 September-1 Oktober 2021.

Keempat, Final Presentation, 15 Oktober 2021. Presentasi akhir berupa pameran kecil yang menampilkan hasil belajar siswa. Dan, presentasi dari para seniman yang terlibat. Acara ini juga menjadi penutupan proyek Made in Cirebon tahun 2020.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN