Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan POM, Penny K Lukito saat menyampaikan sambutan di pelatihan media terkait obat dan vaksin di masa pandemi Covid-19 secara virtual dari Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Kepala Badan POM, Penny K Lukito saat menyampaikan sambutan di pelatihan media terkait obat dan vaksin di masa pandemi Covid-19 secara virtual dari Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Lawan Hoax, BPOM Gelar Pelatihan Media Terkait Obat dan Vaksin di Masa Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:08 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar pelatihan media terkait obat dan vaksin di masa pandemi Covid-19 secara virtual dari Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Acara dibuka oleh Kepala Badan POM, Penny K Lukito dilanjutkan dengan pemaparan nara sumber yang terdiri dari; Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA Badan POM Mayagustina Andarini.

Kemudian Ahli Komunikasi Publik Universitas Indonesia Hery Margono, Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Hinda Irawan Satari, Ahli Pulmonologi dan Respirasi RSUP Persahabatan, Ketua ITAGI Sri Rejeki Adinegoro dan Wartawan Senior Carry Nadeak.

Dalam sambutannya Penny Lukito menyampaikan pentingnya peran media mainstream dalam memberikan informasi dan edukasi terhadap publik terkait maraknya hoax yang beredar di media sosial terutama terkait vaksinasi.

“Dewasa ini kabar hoax seringkali beredar lebih cepat dari media mainstream, karena saluran penyampaiannya sangat beragam. Tidak heran kalau masyarakat bahkan yang teredukasi sekalipun bisa terpengaruh dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Terkait hal tersebut menurutnya, media massa bisa berperan memberikan informasi yang benar dari sumber-sumber yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA Badan POM, Mayagustina Andarini menyampaikan dimasa pendemi muncul istilah infodemik dimana masyarakat disuguhkan dengan informasi yang berlebihan, kemudian informasi – informasi yang sulit dibedakan yang benar dan yang salah sehingga menyebabkan terjadinya bias informasi.

Maya menyebut infodemik ini malah telah memperburuk kondisi pandemi yang terjadi. Sejumlah faktor disebut Maya merupakan hal yang menjadi penyebab yaitu: Sulit untuk menemukan sumber yang dapat dipercaya, Menimbulkan kecemasan, depresi, kewalahan, dan terkuras secara emosional, Dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan, Tidak ada kontrol kualitas informasi yang disebarkan dan setiap orang dapat menulis atau mempublikasikan.

Untuk mengatasi terjadinya infodemik ini masyarakat diminta melakukan enam langkah dengan memastikan sumber informasi yang terpercaya, lalu melakukan identifikasi bukti informasi, saat membagi informasi harus dilakukan secara bertanggung jawab, begitu pula saat berpartisipasi dalam percakapan sosial harus secara bertanggung jawab dan jika informasi tersebut belum dikonfirmasi, sebaiknya tidak dibagikan.

Adapun informasi yang terkait obat dan vaksin, masyarakat diminta mengacu pada informasi yang disampaikan BPOM, salah satunya melalui website resmi Badan POM. “Sebagai badan publik, BPOM berkewajiban untuk memfasilitasi kebutuhan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” tandas Maya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN