Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter Spesialis Anak, dr Mesty Ariotedjo, dalam webinar Tentang Anak di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Dokter Spesialis Anak, dr Mesty Ariotedjo, dalam webinar Tentang Anak di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Saatnya Mitos Seputar Tumbuh Kembang Anak Dihindari

Sabtu, 27 November 2021 | 12:43 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id - Dokter spesialis anak, Mesty Ariotedjo mengakui masih banyak orangtua yang percaya pada mitos-mitos mengenai tumbuh kembang anak. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini memaparkan beberapa mitos populer yang sering sekali dipercaya para orangtua.

Pertama, anak dilarang menggunakan tangan kiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dikatakan masih banyak orang tua yang berpikir bahwa bila anak semakin sering menggunakan tangan kiri, maka ia akan menjadi "kidal".

Co-founder dan CEO Tentang Anak ini mengatakan anak yang belum berusia 2 tahun sebaiknya dibebaskan untuk mencoba menggenggam atau menggunakan tangan kirinya saat beraktivitas seperti makan, mencorat-coret serta bermain. Sebab hal tersebut akan berpengaruh pada perkembangan otak kiri dan kanannya secara seimbang.

"Anak butuh memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan dan memang ini harus distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kirinya, maka otak kanannya akan terhambat perkembangannya," ujar Mesty dalam webinar Tentang Anak pada Jumat (26/11/2021).

Kedua, baby walker membantu anak lebih cepat berjalan. Mesty mengatakan sebenarnya penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di seluruh dunia sebab menyebabkan banyak kecelakaan pada anak.

Tak hanya itu, penggunaan baby walker juga dapat menyebabkan pertumbuhan kaki tidak optimal jika dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu berjalan.

"Selain bahaya, itu juga menyebabkan fungsi kakinya menjadi tidak natural dan akhirnya menjinjit dan posisi jalannya mungkin tidak seoptimal yang tidak pakai baby walker walaupun tidak semua anak mengalami itu," kata Mesty.

Ketiga, anak tidak boleh memasukkan tangan ke mulut. Mesty menjelaskan bahwa sampai usia 2 tahun, anak sedang dalam fase oral di mana memasukkan tangan ke dalam mulut adalah hal yang dianggap nyaman. "Itu tidak perlu dilarang karena memasukkan tangan ke mulut adalah salah satu bentuk soothing (menenangkan hati)," ujar Mesty.

Orang tua perlu melakukan observasi saat anak memasukkan tangannya ke mulut. Orang tua pun harus memahami apa yang dibutuhkan anak saat itu, apakah ada sesuatu yang tidak terpenuhi atau yang membuatnya merasa tidak nyaman sehingga si anak memasukkan tangannya ke mulut. "Kita harus observasi, kita harus memahami apa sih sebenarnya kebutuhan anak ini yang tidak terpenuhi dan apa yang membuatnya tidak nyaman dan itu yang harus diatasi," pungkas Mesty.

Oleh karena itu, ia berharap keberadaan ekosistem Tentang Anak yang didirikan bersama sang suami, Garri Juanda, bisa mendampingi para orangtua  menyediakan akses edukasi dan juga seluruh kebutuhan si kecil. Ekosistem ini juga berupaya memahami pentingnya peran dan kerja sama dalam membantu tumbuh kembang anak yang optimal.  

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN