Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas pancasila di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas pancasila di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.

Universitas Pancasila Gelar PKM Pembuatan Tanaman Obat dan Jamu di Desa Gunung Sari

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:32 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

BOGOR, investor.id - Universitas Pancasila mendukung para dosen dan mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai salah satu poin Tridharma Perguruan Tinggi.

Fakultas Farmasi (FF) khususnya Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) merupakan salah satu tim yang mendapatkan kesempatan melaksanakan PkM dimaksud.

Adapun lokasi yang menjadi pusat kegiatan ini berada di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dengan topik “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Gunung Sari dalam Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Jamu yang Baik” yang dilaksanakan pada Sabtu-Minggu/22-23 Januari 2022.

PkM ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya telah terlaksana dengan baik pada Desember 2020. Tim ini terdiri dari; apt. Greesty Finotory Swandiny, M.Farm selaku ketua pelaksana, Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed (Ketua PSDIF), Dr.rer.nat. apt. Deni Rahmat (Sekretaris PSDIF), Riza Dharma Putra, M,Ikom (Dosen FIKOM), apt. Rahmatul Qodriah, M.Farm. (Dosen FF), Anggia Puspita Priandari, S.Ak, Rofiqoh Hadiyati, S.Kom., S.Pd.

Terlibat juga alumni dan mahasiswa diantaranya Agus Kurniawan, S,Si., M.Farm., apt. Arif Rahmandani, M.Farm., Cut Tri Hajri Arafani, Aninda Wulan Prabandari, Fahreza Pratama Putra, M. Irfan Syafawi, Warnasaka Antamaruari, Tifany Shalia, Maristiyani dan Cindy Angelia.

Kegiatan pertama pada hari Sabtu (22/1/22) dilaksanakan pembuatan TOGA di lahan Desa Gunung Sari, tujuannya adalah melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan alam melalui tanaman yang ada di sekitar lingkungan.

Manfaatnya adalah pencegahan penyakit, bernilai estetika, murah, mudah didapat dan menambah keasrian lingkungan. Bibit yang ditanam diantaranya tanaman ciplukan, kunyit, jahe, sereh, bangle, temulawak, lengkuas dan kapulaga.

Greesty selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan dukungannya untuk dapat membantu program kesehatan, kesejahteraan keluarga dalam meningkatkan kesehatan mulai dari lingkungan tempat tinggal dan dapat melestarikan tanaman obat dan budaya bangsa yang selanjutnya dapat dimanfaatkan menjadi obat berbahan dasar dari alam.

Kegiatan kedua pada hari Minggu (23/1/22) dilaksanakannya pembuatan jamu yang baik. Pada kegiatan ini mengundang pakar herbal pembuatan jamu Sukamto, S.Pd pendiri Guru Racik dari Yogyakarta. Jajaran pimpinan Desa Gunung Sari yang diwakili oleh Mahda Hermansyah (selaku Kepala Desa yang juga Ketua PKK), Ujang Hermawan, S.Ap (Sekretaris Desa) dan U.Hermawan (Perwakilan Kecamatan).

Pada kesempatan ini Mahda menyambut baik kehadiran kedua kalinya tim pengabdian khususnya dari Universitas Pancasila yang memiliki agenda PkM sesuai dengan program desa yakni penanaman TOGA, dalam hal ini baru dimanfaatkan sebagai bumbu dapur saja belum dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. “Dengan adanya kegiatan ini sangat edukatif membantu peserta yang hadir merupakan para kader PKK untuk dapat mandiri membuat jamu instan sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan rutin dalam program PKK berikutnya,” papar Mahda.

Pelatihan pembuatan jamu ini diberikan oleh Sukamto, S.Pd. ini sangat membantu para kader mengetahui pengolahan bahan alam seperti rimpang temulawak, jahe, kunyit dan kencur menjadi jamu instan yang dikemas menarik.

Dalam pelatihan ini juga disampaikan perkembangan jamu salah satunya adalah saat ini masyarakat Indonesia di masa pandemi menjadi momentum penggunaan empon-empon atau rimpang untuk memelihara kesehatan tubuh, kemudian lebih memilih menggunakan obat herbal atau obat dari bahan alam karena umumnya  lebih murah dan terjangkau, relatif lebih aman dibanding obat kimia. Dikarenakan sifat bahan obat tradisional yang alami sehingga dapat dicerna oleh tubuh serta memiliki efek samping yang sangat minim atau bahkan hampir tidak ada.

Prof. Syamsudin pun menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk integrasi dari Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan PkM. Beliau juga mengharapkan kegiatan ini merupakan langkah kelanjutan untuk dapat bermitra dengan masyarakat di daerah Desa Gunung Sari sehingga kemudian dapat dilakukan pengembangan bersama mensukseskan program yang ada di lingkungan desa.

"Melalui kegiatan ini diharapkan tali silahturami antara Universitas Pancasila dan Desa Gunung Sari dapat terus terjaga  sehingga dapat terus melakukan edukasi pada masyarakat dalam hal pemanfaatan bahan herbal untuk pengobatan dan misi penting dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat," pungkasnya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

BAGIKAN