Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah, I Made Sakta Suryaguna dari Siloam Hospital TB Simatupang

Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah, I Made Sakta Suryaguna dari Siloam Hospital TB Simatupang

Dokter Siloam Hospitals Minta Masyarakat Lakukan Deteksi Dini Kesehatan

Kamis, 17 Maret 2022 | 09:12 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Deteksi dini kesehatan menjadi poin terpenting agar masyarakat senantiasa sehat dan optimal dalam menjalankan aktivitas keseharian.

Dalam "Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022" para dokter dari Siloam Hospitals melalui unit Rumah Sakit Siloam Semanggi (MRCCC), RS Siloam Kebon Jeruk, Siloam Hospitals TB Simatupang, dan Siloam Hospitals Lippo Village, mengingatkan kembali edukasi akan pentingnya deteksi dini kesehatan.

"Deteksi dini tentu menentukan langkah pencegahan. Deteksi dini termasuk melengkapi perjalanan wisata pun sebagai antisipasi yang akan erat kaitannya dengan perawatan, pengobatan bahkan tingkat kesembuhan," kata Dokter Spesialis Bedah Saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Pectra Wahjoepramono dalam keterangannya, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Putra Perkasa Abadi Gandeng Siloam Hospitals Palangkaraya Vaksinasi Booster Karyawan

"Sebagai contoh, aneurisma (aneurysm) yang adalah suatu area yang membengkak dan lemah pada otak dan 'kelainan' pada otak ini (data) didapati pada 5 % manusia. Aneurisma jika pecah dapat menyebabkan pendarahan internal, stroke dan fatalnya sering berujung pada kematian," jelasnya.

Selain itu, dijelaskan, karena pentingnya organ otak dan jantung, telah terdapat layanan 'brain check up plus' yang memeriksa kepala dan jantung serta semua keterkaitan fungsinya. Siloam Hospitals menyediakan layanan tersebut termasuk bagi para turis lingkup wisata kesehatan.

Dokter Siloam Hospitals memberikan edukasi pada kegiatan Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022
Dokter Siloam Hospitals memberikan edukasi pada kegiatan Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022

Terkait sport cardiologi menjadi tema presentasi yang dijelaskan dokter spesialis jantung pembuluh darah, dr I Made Sakta Suryaguna dari Siloam Hospital TB Simatupang mengatakan pada saat beraktivitas fisik atau juga berolahraga, tubuh, badan dan organ manusia akan merespons dengan dua kemungkinan, respon adaptif dan respon maladaptif.

Respons adaptif yaitu dimensi jantung akan lebih besar, pompa darah dan 'kelistrikkan' jantung meningkat dan sejumlah pembuluh darah mengakomodasi peningkatan aktivitas yang tentunya risiko serangan jantung menjadi rendah.

Baca juga: Apa Itu Kanker Tiroid? Siloam Hospitals Cirebon Punya Jawabannya

Respons yang maladaptif sesungguhnya terjadi karena aktivitas yang berlebihan, jenis olahraga yang tidak cocok dan ( mungkin) mengidap penyakit yang berisiko menyebabkan seperti ketidakseimbangan aliran dan tekanan darah atau bahkan kejadian henti jantung mendadak yang dapat disebabkan oleh genetik, gangguan katup atau lain sebagainya.

"Tentu suatu hal penting, melakukan pemeriksaan berkala sebelum kita beraktivitas fisik. Untuk sayangi jantung anda, saya minta pahami 'Do & Dont' pada sejumlah faktor risiko yang dapat diubah atau dimodifikasi maupun yang tidak dapat diubah seperti gender dan genetik. Namun sesuatu yang penting dan dapat diubah, adalah kurang beraktivitas, rasa malas sebagai pencetus keluhan," jelas dr Made Sakta.

Peran Teknologi pada Wisata Kesehatan
Pentingnya deteksi dini, lingkup teknologi turut memegang andil, pun termasuk pada pengembangan lingkup wisata kesehatan.

Baca juga: Siloam Hospitals Lippo Cikarang Sediakan Fasilitas Cathlab

Dalam paparannya dr Hapsari Indrawati dokter spesialis kedokteran nuklir dan Konsultan dari Rumah Sakit Siloam Semanggi (MRCCC) mempresentasikan 'Modern Imaging in Cancer' yang secara umum merupakan perkembangan teknologi guna mengetahui, mengenal dan mengobati penyakit kanker melalui teknologi MRI, PET, CT hingga teknologi sebelumnya melalui X Ray.

"Data menunjukan peningkatan significant penderita kanker di seluruh dunia. Untuk pria kanker prostat dan untuk wanita kanker payudara masih dengan persentase tertinggi," jelas dia.

Ketahuilah, ada keunikan tersendiri pada setiap kanker (sifatnya), layaknya sidik jari pada manusia. Dalam pemeriksaan, terapi, menentukan hasil adalah 'keharusan' yang pada perawatan pasien kanker pasti akan melibatkan tim seperti kemoterapi (sering berefek samping), radiasi bahkan pembedahan (operasi).

Baca juga: John Riady: Siloam Hospitals Perkuat Langkah Antisipatif

Melanjutkan edukasinya, dr Hapsari menjelaskan dalam mendiagnosis kanker radiologi untuk mendapatkan bentuk telah ada penyempurnaan dengan teknologi dalam menganalisis lebih pada gambar.

"Ada penerapan zat radioaktif atau energi radiasi terbuka dari inti nuklir dalam menilai dan analisa fungsi, mendiagnosis dan pengobatan penyakit dengan pemindaian," ungkapnya.

"Sebagai ilustrasi, buah manggis yang bentuknya tidak baik dari luar namun ternyata memiliki buah (di dalam) yang putih bersih dan manis. Demikian sebaliknya buah apel yang terlihat bagus bentuknya sering masam dan lainnya. Dapat disimpulkan ada 'Kekurangan' dengan hanya melihat bentuk," imbuh dr Hapsari.

Adapun dalam pemindaian partikel nuklir dikenal dengan hasil CT yang akan mendapatkan bentuk dan PET yang akan menganalisis fungsi serta PETCT yang akan menggabungkan image bentuk dan fungsi yang pada keseluruhan itu guna menegakkan diagnosis terbaik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com