Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus hepatitis

Virus hepatitis

Tiga Pasien Anak dengan Hepatitis Akut Meninggal, Ini Saran Pakar

Senin, 2 Mei 2022 | 16:20 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar waspada setelah  ada 3 pasien anak dengan Hepatitis Akut meninggal dunia di Jakarta. 

Merespons hal tersebut, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kejadian tersebut berkaitan dengan  kejadian hepatitis akut berat di berbagai negara, sebagaimana diumumkan oleh WHO. 

Advertisement

"Karena ini pengumuman pertama maka tentu diharapkan ada penjelasan selanjutnya di hari-hari mendatang, setidaknya tentang tiga hal," kata Tjandra Yoga dalam keterangan pers tertulis, Senin (02/05/2022).

Adapun 3 hal yang perlu diketahui masyarakat. Pertama, dalam rilis Kemenkes belum disebutkan bagaimana hasil laboratorium Hepatitis A,B,C dan E pada ketiga kasus ini.

Baca juga: Waspada Terjadinya Infeksi Hepatitis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik

Dikatakan Tjandra Yoga, berdasarkan data dunia menyebutkan bahwa pada kejadian Hepatitis yang banyak dibahas ini hasil laboratorium Hepatitis A - E nya negatif. Selain itu, tentu juga bagaimana hasil ada tidaknya Adenovirus 41 yang kini banyak diduga sebagai penyebab Hepatitis di lintas benua ini.

Kedua, Tjandra Yoga menyampaikan rasa prihatin  terhadap  tiga kasus hepatitis  di Jakarta ini yang diketahui meninggal.  Ia berharap Kemenkes memberi penjelasan lebih  mendalam.  "Kalau data dunia,  lebih dari 170 kasus, maka yang meninggal adalah satu anak. Jadi akan baik kalau ada penjelasan lebih rinci tentang perbedaan fatalitas ini, 1 meninggal dari 170 kasus di dunia dan semua 3 meninggal dari 3 kasus kita," ujarnya.

Baca juga: Menkes: Penanganan Hepatitis Harus Dimulai dari Sektor Hulu

Ketiga, selain nantinya tentu akan ada penjelasan tentang hasil Laboratorium Hepatitis A-E dan juga Adenovirus di kasus 3 pasien meninggal, Tjandra Yoga menuturkan  sebaiknya  pemerintah juga menyampaikan  ke publik tentang ada hasil pemeriksaan virus-virus  lainnya. 

"WHO merekomendasikan pemeriksaan darah, serum, urine, feses, sampel saluran napas dan bila mungkin biopsi hati, semuanya untuk pemeriksaan karakteristik virus secara mendalam, termasuk sequencing," pungkasnya.



 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN