Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Heartology Cardiovascular Center Dr med dr Denio A Ridjab SpJP (K) 
sumber: Istimewa

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Heartology Cardiovascular Center Dr med dr Denio A Ridjab SpJP (K) sumber: Istimewa

Serangan Jantung Bisa Diselamatkan

Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Serangan jantung adalah gangguan aliran darah di pembuluh darah jantung sehingga otot jantung mengalami kerusakan, atau disebut juga infark miokard, penyebab utama kondisi ini adalah penyakit jantung koroner. Hal ini bisa menyebabkan kematian, padahal serangan jantung bisa diselamatkan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Heartology Cardiovascular Center Dr med dr Denio A Ridjab SpJP (K) menjelaskan, sebagian besar serangan jantung identik dengan gejala seperti nyeri dada, rasa tidak nyaman seperti tertekan, sensasi terbakar, sakit di dada sebelah kiri atau tengah, kemudian menjalar sampai ke punggung, rahang, dan lengan, nyeri memberat saat beraktivitas, lalu gejala lain, seperti sesak nafas, munculnya keringat dingin, mual, muntah, dan pusing. Bisa juga, gejala serangan jantung dijumpai mirip dengan keluhan GERD atau maag.

Advertisement

Baca juga: Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Bertambah Lagi

“Bahkan ada juga penderita serangan jantung yang tidak mengalami gejala namun langsung mengalami henti jantung atau mati mendadak. Bila mengalami salah satu gejala seperti diatas segera ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas jantung,” ungkap dr Denio di sela media gathering Heartology Cardiovascular Center, belum lama ini.

dr Denio menambahkan, kondisi serangan jantung termasuk dalam kegawadaruratan yang butuh waktu penangangan sesegera mungkin oleh tim emergency dan spesialis jantung, kematian akibat serangan jantung bisa terjadi akibat terlambat mendapatkan penanganan medis. Karena apabila serangan jantung yang luas, parah, terlambat atau tidak tertangani dengan baik, maka kemungkinan komplikasi yang di timbulkan akibat serangan jantung akan semakin berat.

“Komplikasi tersebut antara lain gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung yang dapat berujung pada kematian,” paparnya.

Baca juga: Tanam Rambut Tengah Naik Daun di Indonesia

Menurut dr Denio, perburukan kondisi pasien seharusnya bisa dihindari, salah satunya dengan tindakan Intervensi Koroner Perkutan Primer (Primary Percutaneous Coronary Intervention, PCI), atau Angioplasty Primer. Merupakan prosedur medis untuk memulihkan aliran darah ke jantung dengan cara mengatasi sumbatan atau penyempitan pada arteri koroner yang diakibatkan oleh aterosklerosis, yakni penumpukan deposit kolesterol atau disebut plak di arteri.

“Primary PCI dilakukan dengan meregangkan area arteri koroner yang menyempit memakai balon yang terpasang pada kateter, yakni selang kecil yang fleksibel, masuk ke tubuh untuk menuju arteri yang bermasalah. Waktu sangatlah vital, oleh sebab itu, primary PCI berperan sangat penting untuk menyelamatkan pasien” tukas dr Denio.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN