Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Praktisi medis sekaligus Chief Doctor di salah satu klinik kecantikan di Jakarta dr Olivia Aldisa
Sumber: Istimewa

Praktisi medis sekaligus Chief Doctor di salah satu klinik kecantikan di Jakarta dr Olivia Aldisa Sumber: Istimewa

Tren Wajah V-Shape Bakal Ditinggalkan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di beberapa tahun terakhir dikatakan bahwa standar kecantikan adalah seseorang yang memiliki kontur wajah dengan bentuk V-shape, dengan bentuk rahang yang tirus dan dagu lancip. Padahal, V-Shape hanya berfokus pada wajah bagian dagu saja, sehingga dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan wajah yang tidak proporsional dengan ciri dagu yang menggantung dan lancip. Tak heran apabila tren wajah ini diprediksi bakal ditinggalkan.

Praktisi medis sekaligus Chief Doctor di salah satu klinik kecantikan di Jakarta dr Olivia Aldisa mengatakan, tren kecantikan sekarang sudah lebih beragam dan tidak hanya mengacu pada satu etnis saja. Setiap individu merupakan pribadi yang unik dengan karakter wajah masing-masing. “Tidak bisa pukul rata dengan dagu harus lancip misalnya,” ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (25/6/2022).

Advertisement

Tahun ini, dr Aldisa menambahkan, tren V-shape sepertinya akan ditinggalkan dan berganti dengan tren E-shape yang menyempurnakan bentuk wajah V-shape menjadi lebih menarik dan proporsional. Perawatan E-Shape memanfaatkan kehadiran soft tissue filler sebagai solusi baik bagi perempuan ataupun laki-laki yang ingin memiliki anatomi muka yang lebih ‘attractive’, dengan ciri tampilan wajah yang muda, kencang, dan terlihat lebih natural.

Baca juga: Bersaing di Pasar Kecantikan Indonesia, KLT New Andalkan Paket Black Series  

Namun faktanya, lanjut dia, kecantikan itu bukan hanya sebatas terfokus pada wajah saja, tetapi memiliki badan yang sehat dengan bentuk yang proporsional juga perlu didukung. Asupan makanan dan olahraga menjadi kunci penting untuk memiliki body goals yang sehat dan sempurna.

Menurut dr Aldisa, untuk tampil atraktif, perawatan wajah dari segi proporsi hingga kualitas kulit memang sangat penting dilakukan, namun di sisi lain, setelah kecantikan wajah telah tercapai, demi menyempurnakan bentuk tubuh, dibutuhkan treatment CoolSculpting dengan teknologi terkini yang mampu menghancurkan lemak-lemak membandel di dalam tubuh. Terkadang, gaya hidup sehat saja tidak cukup memberikan perubahan yang signifikan dalam bentuk tubuh sehingga motivasi menurun, di sinilah hadir CoolSculpting melengkapi usaha untuk tampil paripurna.

“Secara umum, bentuk tubuh yang atraktif bagi wanita adalah yang memiliki rasio pinggang ke pinggul 0.7-0.8. Tidak hanya atraktif, bentuk tubuh seperti ini juga mencerminkan kesehatan dan kesuburan. Sedangkan untuk pria rasio idealnya ada di <0.9,” kata dr. Aldisa yang juga sedang melakukan penelitian teknik CoolSculpting terbaru.

Baca juga: Watsons Indonesia dan Good Doctor Technology Indonesia Kolaborasi untuk Tingkatkan Akses Produk Kesehatan dan Kecantikan

Dr Aldisa menambahkan dalam berbagai workshop dan konferensi menyebutkan standar kecantikan sudah makin beragam, tidak mengikuti standar dari satu etnis saja, karena pada dasarnya setiap etnis memiliki keunikan dan karakter masing-masing untuk ditonjolkan. Bahkan sekarang para pakar estetik global tidak hanya berpatokan pada golden ratio seperti yang disebut-sebut selama ini. Keindahan manusia sebagai makhluk hidup lebih kompleks dibandingkan pengukuran baku yang biasanya untuk benda mati seperti gedung, kursi, meja, dan sebagainya.

Terakhir, dr Aldisa menyebut, tidak kalah penting yaitu inovasi dalam body contouring disebut-sebut memiliki peranan penting dalam perkembangan dunia estetika ke depannya. Meningkatnya pertemuan tatap muka menjadi motivasi bagi banyak orang untuk kembali ke bentuk tubuh ideal dan meninggalkan post-covid body. Ternyata tidak jarang yang mengalami perubahan bentuk badan selama di rumah saja dan minim aktivitas.

“Setiap treatment body contouring pada dasarnya didahului dengan penghempasan lemak berlebih. Setelah itu barulah treatment pengencangan kulit dan otot, bukan sebaliknya. Harmonisasi wajah dan tubuh sangat penting karena keduanya tidak dapat dipisahkan untuk dapat tampil atraktif dan percaya diri dalam menunjang karier maupun hubungan personal,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN