Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Apt.Drs.Nurul Falah Eddy Pariang

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Apt.Drs.Nurul Falah Eddy Pariang

Kebutuhan Profesi Apoteker Masih Tinggi Meski Marak Apotek Online

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:23 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id- Keahlian apoteker tak dapat digantikan mesin artificial intelligence yang digunakan untuk membantu layanan apotek online. Karena itu, meski jumlah apotek online terus meningkat, kebutuhan apoteker tetap tinggi.

“Profesi apoteker tetap masih banyak dibutuhkan meski apotek online tumbuh pesat dan menggunakan teknologi artificial intelligence. Apalagi untuk menangani penyakit yang komplek dan butuh obat racikan, itu hanya bisa dikerjakan apoteker,” tegas Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang kepada Investor Daily saat jumpa pers Kongres Nasional Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) XXI yang akan digelar di Lampung pada 28-3 Juni 2022.

Advertisement

Memang, kata Nurul Falah, Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020 lalu, mengubah wajah pelayanan kesehatan di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali Indonesia. Selama pandemi kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran tenaga kesehatan, termasuk apoteker, di komunitas dan fasilitas pelayanan kesehatan meningkat signifikan. “Ini mendorong bermunculannya telemedicine dan apotek online,” ujar Nurul Falah.

Apoteker, terang Nurul, dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan dan penggunaan obat secara rasional serta menjadi sumber informasi terpercaya seputar pandemi. Salah satunya mengenai ketersediaan dan keamanan vaksin.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pertemuan Ilmiah Tahunan, Hilwan Yuda Teruna mengatakan, kelangkaan vaksin di awal program vaksinasi berjalan, pada akhirnya menuntut industri farmasi dalam negeri untuk memproduksi vaksin menjadi isu penting dalam menjamin ketahanan suatu bangsa.

“Isu keamanan vaksin juga menjadi tantangan yang dapat diatasi oleh apoteker di komunitas. Apoteker komunitas sebagai tenaga kesehatan garda terdepan, dapat mengedukasi masyarakat tentang kemanan vaksin dan isu kesehatan lainnya yang berkembang,” kata Hilwan.

Selain itu, penguatan peran apoteker komunitas dapat dilakukan dengan memfasilitas self-care atau swamedikasi yang efektif kepada pasien dengan memberikan informasi yang berkualitas dan berbasis bukti, serta memberikan rekomendasi yang baik dan tidak memihak pada suatu obat atau produk tertentu.

“Karena itu saya sarankan setiap membeli obat, pasien bertemu dengan apoteker dan bertanya tentang obat, khasiat, cara meminum dan menyimpannya,” saran Nurul Falah.

‘’Hal itu tercantum dalam 2019 Joint Statement of Policy by the International Pharmaceutical Federation (FIP) and the Global Self-care Federation (GSCF) on Responsible and Effective Self-care,’’ tutur Nurul Falah.

Pemilihan Ketua Baru

Kongres Nasional IAI merupakan organ pemegang kekuasaan tertinggi untuk memulai kaderisasi kepengurusan di tingkat pusat dengan memilih dan menetapkan Ketua Umum periode 2022 – 2026 dan membahas usul perubahan AD/ART. Kongres akan diselenggarakan atas Kerjasama PP IAI dan PD IAI Lampung di Hotel Novotel pada Selasa – Kamis, 28 – 30 Juni 2022.

‘’Berbeda dengan Rakernas tahun 2020 dan 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kongres Nasional kali ini diselenggarakan secara tatap muka, menyusul mulai meredanya pandemi Covid-19 di Indonesia,’’ ungkap Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang.

Ia berharap kongres nantinya akan dapat memilih Ketua Umum PP IAI yang mampu mengemban amanah memimpin organisasi yang kini beranggotakan lebih dari 90.000 apoteker tersebut. Kongres juga diharapkan akan dapat menyusun rencana program kerja empat tahun ke depan yang mengarah pada praktek profesi yang berkualitas dan kesehatan masyarakat yang paripurna.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua I yang membidangi pelaksanaan Kongres, apt Drs Wahyu Hartono, MK3, kongres kali ini akan diikuti oleh 634 peserta yang terdiri dari pengurus pusat, utusan pengurus daerah, pengurus MEDAI (Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia) pusat dan daerah, serta Dewan Pengawas (Dewas) pusat dan daerah serta peninjau.

Menurut Wahyu, acara Kongres IAI menjadi perhatian apoteker di seluruh Indonesia, termasuk pada pemilihan Ketua Umum PP IAI yang akan diselenggarkan dalam kongres kali ini. Sejauh ini sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat Ketua Umum dan melakukan kampanye secara terbuka melalui berbagai platform media sosial.

Menurut Wahyu Hartono, dalam proses pemilihan Ketua Umum,

Kongres Nasional XXI kali ini diselenggarakan bersamaan dengan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Virtual.  Mengampil tema ‘Expanding the Role of Pharmacists to Strengthen National Resilience in a Dynamic Health Care and Health Development’, PIT Virtual akan diselenggarakan Kamis – Sabtu, 30 Juni – 2 Juli.

Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Virtual 2022 akan dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang. Terdiri dari apoteker yang bertugas di berbagai lembaga, baik rumah sakit, puskesmas, apotek, industri, distribusi, pemerintahan, maupun akademisi.

Mengambil tema pengembangan peran apoteker dalam pelayanan serta pembangunan kesehatan yang dinamis guna memperkuat ketahanan nasional, PIT ini diharapkan akan mampu meningkatkan kapasitan dan wawasan apoteker dalam praktik kefarmasian.

‘’Ini adalah kali ketiga PIT diselenggarakan secara virtual menyusul pandemi Covid-19. Sejauh ini sudah diikuti oleh total 7.000 peserta,’’ ungkap Ketua Panitia Kongres IAI XXI dan PIT VIII,  apt Roy Himawan.

Agenda PIT adalah 42 slot webinar simposium yang diselenggarakan dalam 6 paralel dengan masing-masing 7 session  132 oral presentation dan 51 poster hasil penelitian, pameran teknologi kesehatan dan farmasi secara virtual, serta motivational session kali ini bersama Helmy Yahya.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN