Menu
Sign in
@ Contact
Search
Popok Bayi

Popok Bayi

3 Faktor Tingkatkan Risiko Dermatitis Popok

Selasa, 13 September 2022 | 21:35 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko bayi mengalami ruam (dermatitis) popok. Namun risiko tersebut dapat dikurangi dengan pemilihan popok yang dapat menyerap cairan secara optimal.

“Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko dermatitis popok. Apalagi bila bayi sudah dikenalkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI,” kata Dokter spesialis anak dr ST Andreas Christian Leyrolf, MKed (Ped), SpA dalam keterangan tertulis.

Dikutip dari National Library of Medicine : “Diaper Dermatitis”, faktor tersebut adalah faktor sensitifitas kulit, frekuensi penggantian popok, serta perubahan mikrobiota pada usus dan PH tinja. Ketika Si Kecil memasuki periode MPASI, peningkatan PH tinja dan fases di area popok juga dapat meningkatkan aktivitas enzim pada tinja sehingga merusak kulit dan membuatnya iritasi.

 “Jika tinja dan fases tidak diserap dengan sempurna, maka bakteri dapat lebih mudah mengiritasi kulit. Karena, bakteri dan jamur menyukai daerah yang lembap seperti pada area popok. Tingkat kelembapan pada area popok juga dapat meningkatkan risiko masalah dermatitis popok pada Si Kecil,” kata dr Andreas.

Dr Andreas menjelaskan, penyebab paling umum dari dermatitis popok adalah infeksi jamur, terutama jamur Candida albicans. Faktor lain yang paling mempengaruhi dermatitis popok adalah peningkatan kelembaban yang dihasilkan dari pemakaian popok, yang menyebabkan peningkatan gesekan dan maserasi. Hal ini membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan dan penetrasi oleh mikroorganisme kulit dan iritasi lainnya.

Selain infeksi jamur, infeksi bakteri merupakan infeksi paling umum kedua dari dermatitis popok. Tak heran, menurut penelitian, 25% orangtua berkonsultasi ke dokter dengan keluhan dermatitis popok di tahun pertama Si Kecil, seperti saat periode awal Si Kecil menerima MPASI.

Kesha Ratuliu, ibu anak satu, mengungkapkan, “Di masa MPASI para Ibu justru lebih senang memvariasikan makanan untuk Si Kecil. Namun, di sisi lain khawatir jika makanan yang dikonsumsi dapat meningkatkan risiko ruam popok. Apalagi, ruam popok dapat membuat Si Kecil tidak nyaman dan jadi rewel,” ungkap Kesha.

Kesha memberikan beberapa tips agar MPASI tak meningkatkan risiko ruam popok. “Ibu harus tahu apakah Si Kecil ada alergi makanan tertentu. Selain itu menjaga kebersihan kulit Si Kecil pada area popok juga penting. Saya selalu cek dan rutin ganti popok Qwenzy dalam sehari,” ujar Kesha.

Kesha juga sangat mengutamakan bahan dan kualitas popok. “Karena kulit bayi masih sangat sensitif, saya khawatir jika popoknya menggumpal dan meningkatkan risiko ruam. Jadi, saya pilih bahan yang tidak mengiritasi dan tentu memiliki daya serap tinggi,” kata Kesha.

CEO Makuku Indonesia, Jason Lee mengatakan, memastikan penyerapan yang tinggi pada popok merupakan salah satu upaya baik untuk menekan risiko ruam popok yang dapat mengiritasi kulit Si Kecil.  “Karena itu, Makuku AntiGumpal hadir sebagai popok pionir SAP Core Structure. Makuku Air Diapers Slim dengan inti SAP Core Structure memiliki penyerapan yang lebih merata, anti gumpal, dan tetap ringan sekalipun sudah menampung cairan cukup banyak,” ungkap Jason Lee.

“Kemampuannya mengunci cairan dengan baik akan mencegah osmosis balik, anti bocor, dan menjaga permukaan kulit tetap kering sehingga mencegah risiko ruam popok Si Kecil. Jadi, para Ibu dapat lebih tenang menghadapi periode MPASI Si Kecil,” tandas Jason Lee.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com