Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wisatawan berkeliling desa menggunakan sepeda

Wisatawan berkeliling desa menggunakan sepeda

Desa Wisata Bilebante Lombok, Menikmati Kuliner hingga Bersepeda Keliling Sawah

Sabtu, 3 Des 2022 | 10:22 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Desa wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menawarkan suasana alam desa yang tenang dan hamparan sawah hijau. Wisatawan dapat berkeliling pesawahan menggunakan sepeda, mencicipi kuliner khas Lombok, buah durian yang legit hingga pijatan yang menyegarkan.

“Masyarakat Desa Wisata Bilebante sangat terbuka menyambut wisatawan. Wisatawan bisa berkelilliling sawah naik sepeda, menikmati kuliner khas Bilebante, makan durian purba, atau pijat di tepi sawah,” kata Direktur Desa Wisata Bilebante Pahrul Azim kepada Investor Daily di Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (28/11/2022).

Investor Daily berkesempatan ke Desa Wisata Bilebante bersama rombongan Bank BCA. Sudah beberapa tahun ini, Bilebante menjadi desa binaan BCA dalam program Bakti BCA. Saat tiba, kami disambut welcome drink berupa minuman bernama Mulegati.

“Mulegati dalam Bahasa Sasak artinya benar sekali. Tapi sebenarnya ini singkatan dari minuman lemon grass tea yang terbuat dari ekstrak daun sereh, jahe merah, kunyit, kayu secang, tepung rumput laut, gula semut, dan gula pasir. Khasiatnya menghangatkan dan menyegarkan tubuh yang lelah,” kata Ketua UMKM Desa Bilebante, Zaenab.

Advertisement

Welcome drink langsung dilanjutkan makan siang. Waw, setampah besar nasi lengkap dengan lauk dan sayur khas Lombok Tengah, menggoda lidah kami. Menunya terdiri atas ayam merangkat, sayur lodeh gedebong pisang, kangkong plecing, ikan mujair goreng, dan sambal terasi.

“Ayam merangkat ini biasanya untuk pengantin baru. Ditangkapnya habis Isya karena jam itu mata ayam tidak bisa melihat sehingga mudah ditangkap,” jelas Pahrul.

Bagi penyuka selera pedas gurih, menu tersebut benar-benar menggugah selera. Santap siang ditutup dengan secangkir kopi Lombok yang nikmat.

Tak berlama-lama, usai dimanjakan dengan alunan music dan tarian khas Lombok yang mirip Bali, kami tak sabar untuk bersepeda mengelilingi sawah. Trek sepeda dibuat melintasi kebun-kebun, lalu tembus ke jalan raya yang membelah sawah. Belok ke jalan setapak di tengah sawah. Sepeda dikayuh pelan sembari menghirup udara desa yang segar.

Pendapatan Rp50 Juta Per Minggu

Desa Wisata Bilabante adalah satu dari sekian desa wisata yang berjuang untuk bisa maju dan bangkit setelah diterpa pandemic Covid-19. Sebelum menjaid desa wisata, Bilebante adalah lahan bekas tambang pasir. “Kami terus melakukan pembinaan agar desa wisata ini terus meningkatkan fasilitas dan kualitas layanannya,” kata Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn.

Hera bercerita, Desa Wisata Bilebante adalah satu dari 12 desa wisata binaan BCA. Bilebante cukup berhasil, bahkan meraih juara kedua Kategori Alam pada BCA Desa Wisata Award. Desa Wisata Bilebante saat ini memberdayakan 60 tenaga kerja yang berasal dari penduduk setempat.

“Sejak jadi desa wisata, hanya 15% pemuda sini yang bekerja ke luar negeri menjadi TKI. Kalau sebelumnya, sekitar 30% menjadi TKI,” ungkap Pahrul yang menggunakan media sosial Facebook, Instagram, Tiktok, hingga mengundang travel agent untuk mempromosikan paket Desa Wisata Bilebante.

Paket wisata 3 hari 2 malam menawarkan homestay, kuliner khas Lombok, sepeda dan ATV keliling sawah, cooking class kuliner khas Lombok, kebun herbal, dan pasar pancingan. Paket tidak termasuk spa.

Paket ini cukup diminati wisatawan lokal dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung, Malang, Sidoarjo, bahkan Aceh. “Sebelum pandemi, dalam seminggu sekitar 800 wisatawan datang ke sini. Tapi saat ini mulai bangkit kembali dan baru sekitar 200 an orang yang datang per minggu,” ungkap Pahrul.

 Dari sisi UMKM lokal, desa wisata ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp4 juta per bulan. Pendapatan ini berasal dari penjualan minuman serbuk Mulegati, keripik singkong, plecing, dan sebagainya.

“Kalau dari penjualan paket wisata menginap 3 hari 2 malam seharga Rp700 ribu, kami bisa meraup pendapatan Rp50-60 ribu per minggu,” kata Pahrul bangga.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com