Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perempuan menopause

Ilustrasi perempuan menopause

7 Dampak Menopause yang Harus Diketahui Wanita

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 17:16 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Menopause adalah hal wajar yang akan dialami wanita ketika menua. Namun menopause akan berdampak pada kesehatan wanita secara umum. Apa sajakah itu?

 

“Banyak wanita tidak mengetahui menopause, apa saja gejalanya, dan dampaknya,” kata ahli kandungan dr.Liliani Olivia Theresia Damanik SpOG, MARS dari RS Siloam Hospitals Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam talkshow bertema Memasuki Masa Menopause dengan Nyaman yang digelar secara daring, Jumat (16/10/2020).

 

Menopause berasal dari kata meno yang dalam bahasa Yunani berarti bulan. Sedangkan pause artinya berhenti. “Menopause adalah berhenti datang bulan atau haid atau menstruasi karena habisnya produksi sel telur atau folikel dalam tubuh wanita akibat menurunnya produksi hormon estrogen,” jelas dr.Liliani.

 

Ada banyak tanda-tanda menopause. “Diantaranya haid tidak teratur atau terus-terusan selama satu bulan. Bisa juga haid dengan jumlah darah sedikit atau banyak sekali sehingga banjir dan bolak-balik ganti pembalut. Atau bisa juga ditandai pusing, sering sakit kepala, tidak beraktivitas tetapi keringat banyak. Itu gejala-gejala menopause,” papar dr.Liliani.

 

Saat ini ada, kata dr.Liliani, data Kementerian Kesehatan menyebut memiliki 40 juta wanita menopause. “Diperkirakan pada 2025 ada 60 juta wanita menopause dengan rata-rata wanita masuk menopause pada usia 50 tahun dan harapan usia hidupnya bisa mencapai 70 tahu ke atas,” ungkap dr.Liliani.

 

Dengan banyaknya jumlah wanita menopause, lanjut dr.Liliani, sangat penting wanita mengetahui tentang menopause. Apalagi, lanjut dr.Liliani, menopause berdampak pada kesehatan wanita secara keseluruhan karena berkurangnya hormon estrogen. Diantaranya:

 

1. Terjadi instabilitas vasomotor atau ketidakstabilan pembuluh darah

Ditandai dengan hot flushes atau kulit memerah pada area wajah, leher, dan dada

2. Terjadi osteoporosis atau kerapuhan tulang

3. Risiko menderita penyakit jantung kardiovaskular (PJK) meningkat

4. Susah buang air kecil atau anyang-anyangan

5. Dinding vagina menipis sehingga nyeri atau perdarahan saat berhubungan seks dan tidak keset karena lipatan vagina berkurang.

6.Tidak dapat menahan BAK dan BAB karena otot-otot sekitarnya mengalami penyusutan/kendur/atrofi.

7. Perubahan emosi ditandai dengan mudah stres, sedih, dan cemas.

 

Terapi

Untuk mengurangi risiko dampak menopause tersebut, dr.Liliani manyarankan agar wanita menerapkan gaya hidup sehat. “Menjaga berat badan supaya risiko tulang rapuh tidak meningkat, olahraga rutin seperti jogging,jalan sehat, atau yoga, konsumsi vitamin D dan kalsium, berjemur di matahari pagi, perbanyak sayur dan buah, serta bawang putih, kacang-kacangan, kedelai, tahu, dan tempe,” saran dr.Liliani.

 

Selain itu, bisa juga melakukan terapi hormon estrogen. “Wanita menopause bisa melakukan terapi hormon estrogen untuk mengurangi dampak kesehatan, namun dengan lebih dulu berkonsultasi pada dokter kandungan. Namun terapi ini tidak disarankan untuk wanita yang memiliki kista atau tumor di payudara yang mengarah ke ganas, karena akan memicu tumor menjadi ganas atau menjadi kanker,” tegas dr.Liliani.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN