Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virtual konferensi pers Loreal Paris Indonesia, Senin (8/3).

Virtual konferensi pers Loreal Paris Indonesia, Senin (8/3).

82% Perempuan Indonesia Pernah Alami Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Senin, 8 Maret 2021 | 15:44 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dalam riset yang dilakukan L'Oréal Paris secara nasional melalui IPSOS Indonesia, sebanyak 82% perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik dan persentasi ini lebih tinggi dari rata-rata 8 negara lain yang disurvei. Dan yang paling mengkhawatirkan, 91% responden mengatakan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu korban.

Manashi Guha, General Manager Consumer Products Division L’Oréal Indonesia, mengatakan Jelas isu ini tidak dapat terus dibiarkan karena berdampak negatif bagi harga diri dan keamanan perempuan di ruang publik.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Hollaback! Jakarta untuk meluncurkan kampanye Stand Up Against Street Harrasement, pelatihan global intervensi pelecehan seksual di ruang publik di Indonesia.

“Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan sekaligus mendukung saksi insiden untuk membantu korban dan mengintervensi pelaku dengan cara yang aman,” ungkapnya di sela virtual konferensi pers, Senin (8/3).

Brand General Manager L'Oréal Paris Indonesia Maria Adina menambahkan Stand Up merupakan program global yang menargetkan untuk melatih 1 juta orang pada tahun 2021.

Di Indonesia, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk 100% karyawan L’Oréal Indonesia mulai dari dewan direksi, manager, staf, hingga pegawai kontrak seperti Beauty Advisor dan Trainers.

“Tahun ini, kami menargetkan untuk melatih 100.000 orang Indonesia melalui modul pelatihan mandiri yang tersedia di situs web kami serta serangkaian pelatihan yang difasilitasi oleh Hollaback! Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Andy Yentriyani mengatakan pelecehan seksual di ruang publik merupakan isu yang mengkhawatirkan di Indonesia. Apalagi karena sampai saat ini belum ada payung hukumnya, sementara pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual masih tertunda.

“Namun untuk penanganannya, seluruh pihak termasuk lembaga pemerintahan, aparat hukum, dan masyarakat umum perlu terlebih dahulu memahami bahwa insiden ini bukanlah hal yang sepele,” paparnya.

Menurut Andy, kampanye tersebut menawarkan solusi bagi masyarakat dalam mencegah dan dengan aman menghentikan tindak pelecehan seksual di ruang publik.

Untuk itu, pihaknya mendukung kampanye ini karena berkesesuaian dengan tujuan dari keberadaan Komnas Perempuan untuk mengembangkan kondisi yang kondusif bagi perempuan Indonesia serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan pelecehan perempuan. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN