Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang anak sendang diejek/mengalami

Seorang anak sendang diejek/mengalami "bullying" oleh teman-temanya. ( Foto Ilustrasi: Istimewa )

Momentum Hari Anak Nasional

Allianz Indonesia Gelar Kompetisi Lawan' Bullying' dengan Komedi

Rabu, 28 Juli 2021 | 08:25 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli kembali bekerja sama dengan EDU Foundation menggelar kompetisi “Lawan Bullying dengan Komedi” untuk ketiga kalinya.

Kompetisi itu merupakan program unggulan dari PEDIA (Program Edukasi Inovatif untuk Anak) yang digagas bersama sejak 2018. Selain kompetisi “Lawan Bullying dengan Komedi”, dalam program PEDIA juga terdapat kegiatan SMILEY (Smart Mobile Library) dan kegiatan edukatif berbasis sains yang bertujuan untuk meningkatkan minat membaca, menulis dan berinovasi pada anak-anak sejak dini.

Bullying yang terjadi di kalangan remaja masih menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian kami, khususnya di dunia pendidikan. Untuk itu, Yayasan Allianz Peduli kembali bekerja sama dengan EDU Foundation untuk menggelar kompetisi ini dengan harapan dapat memutus mata rantai bullying. Sambutan baik terhadap kegiatan ini di tahun-tahun sebelumnya, membuat kami yakin bahwa program ini dapat membantu banyak pihak untuk bersama mengatasi bullying,” ujar Pengawas Yayasan Allianz Peduli, Rizki Rudiantoro dalam siaran pers Selasa (27/7).

Peluncuran kompetisi “Lawan Bullying dengan Komedi” dilakukan dengan pelaksanaan webinar anti bullying pada Sabtu, 24 Juli 2021 yang mengangkat tema Be a Buddy, not a Bully. Webinar ini membahas dampak bullying dan bagaimana komedi dapat menjadi salah satu metode untuk melawan bullying. Dengan menghadirkan Stand-up Comedian Internasional Mo Sidik, serta Psikolog Anak Profesional dari PION Clinician, Astrid Wen, webinar ini terbuka untuk umum, baik bagi anak dan remaja korban bullying, guru, dan orang tua yang anaknya pernah menjadi korban atau pelaku bullying.

“Sesuai dengan visi dan misi kami yang ingin meningkatkan well-being anak-anak dan remaja, dengan diadakannya kompetisi 'Lawan Bullying dengan Komedi' ini para remaja akan belajar banyak hal untuk mengasah kreativitas, dan menyalurkan energi mereka melalui hal yang positif dan menyenangkan. Sehingga bagi mereka yang pernah menjadi pelaku bullying maupun korban, mampu melanjutkan hidupnya dengan baik hingga dewasa nanti,” kata Direktur Eksekutif EDU Foundation, Zaky Zakaria.

Sebagai informasi, pendaftaran “Kompetisi Lawan Bullying dengan Komedi” telah dimulai pada 24 Juli sampai 30 Agustus untuk calon peserta dengan rentang usia 15-19 tahun. Hal ini membedakan dengan kompetisi yang dilaksanakan pada tahun lalu, karena terbuka bagi remaja umum di seluruh Indonesia, tidak hanya siswa SMA/SMK. Pelaksanaan program “Kompetisi Lawan Bullying dengan Komedi” bakal dilakukan secara daring karena masih menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Para peserta nantinya akan diberikan berbagai pembekalan oleh para ahli di bidangnya, yaitu para komika dan psikolog profesional.

Selain Mo Sidik, tahun ini turut hadir Isman HS, penulis dan salah satu founder komunitas Stand Up Comedy Indo; dan Wawan Cikuk, grand finalist Stand Up Comedy Academy tahun ke-dua sebagai mentor, serta Astrid Wen, psikolog profesional untuk penanganan masalah anak dan remaja dari PION Clinic yang akan memberikan materi Psikoedukasi bagi peserta selama program berlangsung.

“Program ini dibutuhkan untuk menyadarkan bahwa bullying adalah hal yang semestinya dihentikan, bukan merupakan hal yang seharusnya dilakukan untuk membuat diri merasa lebih baik. Tidak ada orang yang bisa menyehatkan dirinya dengan menyakiti orang lain,” ungkap Mo Sidik.

Astrid menambahkan, melalui program “Lawan Bullying dengan Komedi” ini, para siswa akan mengasah kemampuan bernalarnya dan kepekaan terhadap situasi sosial yang terjadi di dekatnya, juga kemampuan untuk menyuarakannya. Dengan adanya para mentor yang mereka jadikan sebagai panutan, diharapkan kegiatan ini akan memberikan pengalaman-pengalaman yang positif dalam pembentukan jati diri remaja.

Sedangkan malam final sekaligus penobatan Duta Bullying bagi finalis yang menjadi juara akan dilaksanakan pada 10 Oktober, bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day). Program ini bertujuan terus meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahaya tindakan bullying atau perundungan yang kian hari kian mengkhawatirkan.

“Kerja sama dan dukungan semua pihak terkait sangat dibutuhkan dalam mengatasi bullying. Kami akan terus mendukung agar program ini dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak remaja Indonesia. Harapan kami adalah semakin banyak masyarakat yang turut peduli dan membantu remaja mengatasi isu ini,” kata Rizki.


 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN