Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Antibodi, Perlindungan Terbaik Hadapi Ancaman Virus Korona

Minggu, 23 Februari 2020 | 12:11 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Virus korona hanya menular bila terjadi kontak langsung dengan orang yang sudah lebih dulu mengidap korona. Virus korona menyebar dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau kontak dekat. Namun apabila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus korona tidak bisa melumpuhkan tubuh.

Korban tewas akibat epidemi virus korona tipe baru atau Covid- 19 terus bertambah. Hingga Jumat (21/2), total korban meninggal mencapai 2.130 orang dan total kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 75.778 di seluruh dunia. Sebagian besar kematian yang baru dilaporkan terjadi di Provinsi Hubei, Tiongkok, tempat wabah pertama kali ditemukan. Meski demikian, ada sebanyak 16.882 orang dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

Saat ini belum tercatat adanya korban virus korona di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan wabah virus korona. WHO berharap, Indonesia bisa meningkatkan pengawasan, deteksi kasus, dan persiapan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk jika wabah tiba.

Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan, M.Sc, SpP (K), mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, karena virus korona hanya menular bila terjadi kontak langsung dengan orang yang sudah lebih dulu mengidap korona. Virus korona menyebar dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau kontak dekat. Namun bila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus korona tidak bisa melumpuhkan tubuh.

“Tidak perlu panik, karena virus korona menular melalui kontak langsung dengan pengidap. Sejauh ini di Indonesia belum ada korban virus korona, jadi lingkungan hidup kita relative masih aman. Namun tindakan pencegahan tetap perlu kita lakukan. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan memperkuat antibodi kita sehingga kebal terhadap serangan virus, termasuk korona,” ujar dr Erlina di Jakarta, Rabu (20/2).

Dokter Erlina juga menganjurkan untuk menjaga pola hidup bersih khusus pada kondisi saat ini. Menjaga kebersihan seperti rutin mencuci tangan dapat mengurangi risiko penyebaran virus hingga 37%. Dia menganjurkan untuk melakukan cuci tangan selama 20 detik dengan rutin sebelum memegang mulut, hidung, mata serta setelah memegang instalasi publik.

Selain itu, menutup mulut dan hidung dengan masker atau tisu ketika bersin atau batuk, dan rutin membersihkan diri setiap habis bepergian.

Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST
Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Kajian terkini mengenai wabah Covid-19 dilansir Journal of the American Medical Association yang merujuk pada analisis pasien-pasien di Rumah Sakit Jinyintan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei menemukan bahwa setengah dari semua orang yang tertular Covid-19 berusia 40 hingga 59 tahun. Hanya 10% di antara para pasien yang lebih muda dari 39 tahun. Namun bukan berarti virus korona tidak bisa menyerang anak-anak.

Prof dr Bambang Supriyatno, SpA (K), Konsultan Respi Anak di RSCM, menjelaskan, anak-anak justru menjadi objek yang rentan terserang virus. Alasannya, sistem imunitas pada bayi dan anak masih belajar mengenali dan melindungi tubuh dari kuman yang masuk.

Sedangkan pada anak remaja dan orang dewasa, sistem imunitas tubuhnya sudah langsung mengenali jenis kuman dan segera menyerangnya begitu kuman masuk ke dalam tubuh.

Prof Bambang menyarankan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus korona. Beberapa langkah baik yang bisa mencegah anak terserang virus adalah melengkapi imunisasi anak, menerapkan pola hidup bersih, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan antibodi.

“Orang tua juga harus lebih cermat memantau kesehatan anak. Amati gejala-gajala penyakit yang mungkin terjadi pada anak agar bisa cepat tertangani. Cek juga apakah anak mengalami lemah, letih, lesu, karena itu bisa jadi pertanda kualitas kesehatan anak sedang menurun. Bila ini terjadi, segera asup nutrisi baik pada anak agar pertahanan tubuhnya prima,” ujar Prof. Bambang.

Perkuat Sistem Imun

Selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah. FOTO: Investor Daily/IST
Selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah. FOTO: Investor Daily/IST

Sistem imun memang menjadi pelindung vital bagi tubuh untuk dapat melawan penyakit. Menurut Prof Dr dr Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, tubuh memiliki sistem imun atau sistem pertahanan, sebagai mekanisme alami untuk melawan ancaman dari masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur.

Sistem imun adalah semua mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya baik yang berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh. Bila daya tahan tubuh lemah, maka benda asing akan mudah masuk, sehingga menyebabkan terkena infeksi dan muncul beberapa gejala misalnya bersin, demam dan lainnya.

“Apalagi kondisi saat ini, dimana virus korona mudah menyebar dan belum ditemukan vaksin untuk virus korona. Pada kasus seperti ini, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah memperkuat antibodi,” tegasnya.

Kekebalan tubuh bersifat dinamis, dapat naik turun. Imunitas dipengaruhi usia, nutrisi, vitamin, mineral, hormon, olahraga, dan emosi. Makin dewasa, antibodi seseorang akan semakin kuat. Namun, antibodi juga bisa melemah seiring bertambahnya usia. Imunitas tubuh bisa dijaga dan diperbaiki dengan pola hidup sehat, artinya sehat asupan makanan bernutrisi dan olahraga.

Selain itu, olahraga rutin, tidur cukup, minumcukup air putih juga dianjurkan, sehingga bisa mendetoksifikasi racun. Kurang tidur dan stres bisa memicu turunnya imunitas tubuh yang otomatis menurunkan kualitas antibodi.

Menurut Prof Iris, sistem imun dapat ditingkatkan dengan memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh menggunakan imunostimulan. Imunostimulan berperan mengaktivasi berbagai elemen dan mekanisme berbeda pada sistem imun. Imunostimulan berfungsi meningkatkan pertahanan alamiah tubuh untuk mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri, dan juga berbagai penyakit dimana sistem imun mengalami penurunan atau penekanan.

Imunostimulan dapat membantu sistem kerja imun dengan cara merangsang pembentukan berbagai sel-sel imun yang memiliki fungsi penting, salah satunya dengan meningkatkan pembentukan antibodi dan sitokin serta memperbaiki fungsi fagosistosis.

“Jadi makanan yang bernutrisi itu penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila seseorang tidak sempat makan makanan yang bergizi komplit, maka dapat dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen atau imunostimulan,” ujar Prof Iris.

Prof Iris menambahkan, penggunaan imunostimulan dapat dianjurkan pada orang-orang yang merencanakan bepergian, dan sering berada di pusat keramaian.

Selain itu, kelompok usia yang rentan memiliki daya tahan tubuh rendah, terutama lanjut usia (diatas usia 60 tahun). Menurut dia, meningkatkan daya tahan tubuh pada kondisi ini menjadi sangat penting untuk semua orang.

“Pada kondisi dimana risiko paparan terhadap infeksi virus sangat tinggi, maka imunostimulan dapat ditambahkan di samping pencegahan lainnya. Imunostimulan dapat dikonsumsi dalam durasi tertentu sampai risiko paparan virus menurun dan sebaiknya dikonsumsi sebelum seseorang terinfeksi suatu penyakit, karena imunostimulan membutuhkan waktu untuk merangsang sistem imun,” ungkap Prof Iris.

Sering mencuci tangan dengan sabun. FOTO: Investor Daily/IST
Sering mencuci tangan dengan sabun. FOTO: Investor Daily/IST

Sementara itu, VP Research & Development Global Health Dr Raphael Aswin, MSi, menjelaskan, imunostimulan yang baik mengandung Echinacea pupurea extract dan zinc picolinate. Kandungan Echinacea purpurea extract telah terbukti secara klinis dapat memodulasi sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

“Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem daya tahan tubuh,” ucapnya.

VP Marketing Healthcare SOHO Global Health Sylvia Rizal menambahkan, sebagai produsen Imboost yang merupakan market leader suplemen daya tahan tubuh di Indonesia, dan Imboost Force adalah suplemen imunostimulan yang paling direkomendasi dokter, pihaknya memiliki tanggung jawab sosial untuk turut menjaga kesehatan masyarakat. Pihaknya berharap informasi yang scientific dan obyektif ini bisa membantu menenangkan masyarakat dan bersama melawan ancaman virus corona dengan daya tahan tubuh yang kuat.

“Produk tersebut sebagai imunostimulant dapat menjadi pilihan suplemen terbaik untuk memperkuat daya tahan tubuh,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN