Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media gathering SHKJ di Jakarta, Jumat (22/2). Foto: Investor Daily/IST

Media gathering SHKJ di Jakarta, Jumat (22/2). Foto: Investor Daily/IST

Atasi Batu Ginjal Tanpa Rasa Sakit dengan ESWL

Minggu, 24 Februari 2019 | 14:46 WIB

JAKARTA - Gaya hidup dan pola makan diperkirakan menjadi pemicu utama meningkatnya kasus batu ginjal di Indonesia. Namun, hal ini bisa ditangani dengan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang merupakan tindakan noninvasif (tanpa pembedahan) untuk menghancurkan batu ginjal tanpa rasa sakit.

Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Charles Martamba Hutasoit SpU mengatakan kasus urologi paling banyak atau mencapai 75% adalah masalah batu saluran kemih.

Sedangkan batu saluran kemih adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan ditemukan adanya batu di sepanjang traktus urinarius atau saluran kemih. Gejala batu ginjal ditandai dengan rasa pegal atau nyeri pinggang yang hilang timbul dan gangguan berkemih.

“Misalnya nyeri berkemih, anyang-anyangan, dan urine keruh atau kemerahan,” ungkap dr Charles di sela media gathering SHKJ di Jakarta, Jumat (22/2).

Dr Charles menambahkan faktor-faktor yang meningkatkan risiko batu ginjal adalah kurangnya asupan cairan, tinggal dan bekerja di daerah panas, asupan kalsium atau garam yang berlebihan, kurang gerak (imobilisasi), obesitas, memiliki riwayat batu ginjal sebelumnya, dan asam urat tinggi.

Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring cairan dan membuang zat-zat sisa dalam darah dalam bentuk urine melalui saluran kemih. Zat sisa berlebih (seperti kalsium dan asam urat) dalam urine dapat menjadi endapan kristal yang menumpuk dan mengeras sehingga membentuk batu ginjal.

“Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih yang sering terjadi dengan prevalensi mendekati 20% dan terjadi pada usia produktif (20- 50 tahun),” tambah dr Charles. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/lifestyle/tergantung-posisi-ukuran-dan-letak-batu/185814

 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN