Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bayi baru lahir

Bayi baru lahir

Bayi Terlahir dari Ibu Terinfeksi Covid-19 Miliki Imunitas?

Kamis, 2 April 2020 | 15:13 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Virus Covid-19 tak pandang bulu ketika menginfeksi manusia. Pekan ini, masyarakat Indonesia dibuat trenyuh ketika Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengumumkan bahwa dari 84 tenaga medis yang terinfeksi Covid-19, dua diantaranya dalam kondisi hamil.

 

dr.Ferry Darmawan, Sp.OG dari Klinik Fertilitas Bocah Indonesia menegaskan, semua orang, termasuk ibu hamil, memiliki risiko yang sama terinfeksi virus Covid-19. Apalagi bila ibu hamil menderita diabetes melitus dan asma, risiko terinfeksi semakin tinggi.

 

Risiko tertular virus Covid-19, ungkap dr.Ferry, juga bisa didapat dari rumah sakit. “Karena itu saya tegaskan, ibu hamil menjauhi keramaian, jaga jarak, lebih baik di rumah saja, dan jangan melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19. Pilihlah rumah sakit lain,” tegas dr.Ferry dalam Kulwap (kuliah by whatsapp) yang digelar Kalbe Farma, Rabu (1/4/2020).

 

Ibu hamil juga sebaiknya menunda datang ke klinik atau ke rumah sakit, kecuali dalam keadaan mendesak. “Bila terjadi muntah hebat, perdarahan, kontraksi/nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang-kejang, baru lah pergi ke klinik atau ke rumah sakit yang bukan rujukan Covid-19,” tegas dr.Ferry.

 

Soal risiko keguguran atau lahir prematur karena infeksi virus Covid-19, dr.Ferry menjelaskan belum ada penelitian tentang ini. Namun, bila daya tahan tubuh ibu hamil kuat, tentu ibu hamil yang terinfeksi bisa sembuh kembali dan janin selamat. Lantas, apakah bayi yang terlahir dari ibu hamil yang terinfeksi memiliki imunitas terhadap virus Covid-19?

 

“Saat ini belum ada penelitian yang mumpuni mengenai hal ini. Memang ada penelitian dengan sampel yang kecil, yang mengungkap adanya antibodi terhadap virus Covid-19 pada bayi. Namun hal ini bukan berarti bayi yang dilahirkan memiliki imunitas terhadap Covid-19,” ungkap dr.Ferry.

 

Yang terpenting, ibu hamil harus menjaga kesehatan agar tidak tertular virus ini. “Karena itu saya tekankan agar ibu hamil selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh supaya tidak tertular virus Covid-19,” tegas dr.Ferry

 

dr.Ferry menyarankan, pastikan kebutuhan nutrisi selama hamil terpenuhi. “Selain dari makanan sehari-hari, bisa juga didapat dari suplemen, misalnya vitamin C dan multivitamin untuk peningkat daya tahan tubuh supaya tidak mudah terinfeksi virus Covid-19,” saran dr.Ferry.

 

Untuk janin yang dikandung ibu, jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat tabung syaraf serta mengoptimalkan pertumbuhan janin. “Selain itu konsumsi juga asam lemak EPA, DHA, dan Omega 3 untuk kecerdasan otak janin,” tandas dr.Ferry.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN