Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Merias diri aman saat pandemi. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Merias diri aman saat pandemi. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Berdandan Aman di Era New Normal

Minggu, 5 Juli 2020 | 11:54 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Kembali beraktivitas normal di masa new normal, tentu kerap membuat Anda degdegan. Banyak kebiasaan baru yang harus diterapkan, tak hanya protokol kesehatan yang ketat saja, bahkan sampai penggunaan kosmetik pun harus dilakukan secara lebih hati-hati.

Dr Susie Rendra SpKK FINSDV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah–Puri Indah, mengatakan, memasuki masa new normal, sebagian masyarakat akan memulai lagi aktivitas harian secara terbatas.

Tentu saja dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan yang sudah digaungkan yaitu selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, tidak menyentuh area wajah, menjaga jarak, dan isolasi diri bila merasa tidak fit.

Namun, lanjut dia, para perempuan yang sudah mulai bekerja kembali atau beraktivitas di luar rumah, tentulah merasa tidak lengkap kalau keluar rumah tanpa make-up atau kosmetik. Kosmetik adalah bahan yang digunakan untuk memberikan sentuhan akhir pada wajah misalnya lipstik, maskara, eyeliner, eyeshadow, bedak, pensil alis, dan lainnya.

Penggunaan kosmetik sederhana seperti lipstik, bedak, pensil alis, dapat meningkatkan rasa percaya diri para perempuan.

Menurut dr Sussie, merasa cantik juga membuat seorang perempuan merasa lebih bahagia. Rasa bahagia itu juga dapat meningkatkan imunitas tubuh, hal penting kita miliki di masa pandemi ini.

“Namun demikian, banyak pertanyaan yang muncul terkait penggunaan kosmetik ini. Aman tidak ya, berdandan menggunakan kosmetik dengan adanya infeksi Covid-19 yang dikenal mudah menular ini?

Bagaimana cara menggunakan kosmetik secara aman selama masa new normal?,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Dr Sussie menjelaskan, virus SARS-COV2 penyebab infeksi Covid-19 dapat hidup di beberapa jenis permukaan selama kurun waktu tertentu. Pada April 2020, The New England Journal of Medicine merilis penelitian yang dilakukan untuk menilai ketahanan hidup virus SARS-COV2 di beberapa jenis permukaan.

Pada studi tersebut, terbukti bahwa virus SARS-COV2 bertahan hidup lebih lama di permukaan plastik dan logam stainless, dibandingkan pada bahan tembaga dan karton (bahan kertas).

Pada plastik, virus ini tetap ditemukan dalam kondisi hidup pada 72 jam setelah paparan virus, walaupun memang jumlahnya sudah sangat menurun dibandingkan saat awal.

Pada permukaan logam stainless, virus ditemukan bertahan hidup dalam 48 jam setelah paparan.

Beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda, namun umumnya menunjukkan hasil yang cukup konsisten, yaitu virus SARS-COV2 bertahan lebih lama di permukaan plastik. Ada yang menyatakan ketahanan hidup virus di permukaan plastik dan kaca bisa mencapai 5 hari.

Tentu lebih aman bagi kita bila mengambil batasan terlama dari studi yang pernah dilakukan. WHO menyatakan penularan virus SARS-COV2 penyebab Covid-19 terutama adalah melalui droplet (percikan yang terjadi bila kita batuk atau bersin). Droplet yang terjadi dianggap berukuran besar dan berat, sehingga setelah orang batuk dan bersin, biasanya segera jatuh ke lantai ataupun permukaan lainnya.

Namun belakangan ini, dr Sussie menambahkan, banyak pula pendapat beberapa ahli yang percaya bahwa droplet ada yang berukuran sangat kecil dan ringan, yang dapat bertahan lebih lama di udara, dan dapat dikeluarkan saat seorang bernapas dan berbicara.

Droplet, baik makro maupun mikro, yang mengandung virus dapat menyebabkan seseorang tertular bila berkontak dengan area wajah, terutama hidung, mata, dan mulut. Sedangkan penggunaan kosmetik banyak ditujukan untuk area sekitar mata dan bibir.

“Wadah kosmetik pun biasanya berbahan plastik dan seringkali terdapat cermin yang melekat. Walaupun demikian, tak perlu khawatir berlebihan saat menggunakan kosmetik, asal Anda dapat menerapkan tips dan trik,” ucapnya.

Adapun tips dan triknya adalah tentu saja dengan diawali mencuci tangan sebelum menggunakan kosmetik. Bila memungkinkan, gantilah kosmetik kita dengan set yang baru bila sudah lama tidak digunakan selama masa work from home (WFH) kurang lebih selama hampir 3 bulan.

Bila tidak memungkinkan membeli yang baru, buanglah lapisan teratas kosmetik sebelum mulai digunakan kembali. Aplikasikan kosmetik saat masih berada di rumah. Hindari mengaplikasikan kosmetik di area publik, karena ada risiko droplet mikro di udara yang dapat menempel di permukaan kosmetik.

Tidak hanya itu, tambah dia, jangan meminjam ataupun dipinjam kosmetik milik pribadi selama masa pandemi ini. Sebab, tidak bisa mengetahui apabila seseorang tersebut ternyata orang tanpa gejala (OTG). Bersihkan wadah kosmetik secara rutin menggunakan sabun ataupun bahan antiseptik lainnya, bila perlu setiap hari. Selalu gunakan kosmetik saat wajah bersih. Hindari touchup (menambahkan, mengoreksi) kosmetik saat kita di luar rumah dan tidak bisa membersihkan muka terlebih dahulu. Bila terindikasi terkena infeksi Covid-19, hentikan penggunaan kosmetik. Kosmetik dapat kembali digunakan setelah melewati masa hidup virus yang telah diketahui.

“Sebagian orang merasa lebih aman dengan membuang kosmetik lama dan menggantinya dengan yang baru setelah sembuh. Cucilah kuas dan spons yang kita gunakan secara berkala untuk menjaga kebersihannya. Gunakan kosmetik sesuai rentang waktu suatu produk bisa digunakan (shelf-life) seperti yang dianjurkan oleh produsen, biasanya berkisar 3-6 bulan,” tutur dr Susie.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN