Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dua perusahaan yang bergerak di industri kreatif yakni PT Big Records Asia (BIG Records Asia) yang merupakan perusahaan rekaman musik atau Music Label dan PT. JQcomm Norton Composey (JQ Composey) yang merupakan perusahaan penerbit musik atau Music Publishing memastikan mampu bertahan di masa pandemi Covid-19

Dua perusahaan yang bergerak di industri kreatif yakni PT Big Records Asia (BIG Records Asia) yang merupakan perusahaan rekaman musik atau Music Label dan PT. JQcomm Norton Composey (JQ Composey) yang merupakan perusahaan penerbit musik atau Music Publishing memastikan mampu bertahan di masa pandemi Covid-19

Big Records Asia da JQ Composey Tetap Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 2 Desember 2020 | 20:07 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dua perusahaan yang bergerak di industtri kreatiif yakni PT Big Records Asia (BIG Records Asia) dan PT JQComm Norton Composey (JQ Composey) memastikan tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

BIG Records Asia merupakan perusahaan rekaman musik atau music label dan JQ Composey perusahaan penerbit musik atau music publishing. Dua label perusahaan yang baru berdiri pada awal tahun 2020 ini di bawah naungan holding atau induk dari PT Ircomm Norton Capital (Ircomm), yang merupakan perusahaan yang bergerak pada industri komunikasi.

“Kami tidak pernah berprediksi bahwa ancaman Covid-19 sangat mempengaruhi seluruh sektor bisnis yang ada di Indonesia bahkan di dunia. Namun Ircomm melihat bahwa industri musik, kreatif dan digital sangat memiliki prospek yang sangat bagus dengan banyaknya muncul digital platform yang menunjang bisnis musik, kreatif dan digiatal saat ini,” kata Isra Ruddin, CEO - BIG Records Asia dan JQ Composey.

Dia menjelaskan, awal mulanya kedua unit bisnis musik, kreatif dan digital ini didirikan atas hasil tukar pikiran (diskusi) dan wacana dengan beberapa musisi dari Eropa yang saat itu cukup banyak musisi lokal Eropa yang ingin masuk pasar asia khususnya Indonesia.

“Wacana yang dikemukakan pada awal januari 2020 itu diamini oleh kami sehingga terbentuklah 2 perusahaan baru yang fokus pada industri musik, kreatif dan digital,” katanya.

Isra mengungkapkan, cita-cita mereka selain ingin membawa musisi lokal yang ada di Eropa bahkan dari belahan dunia, agar dapat masuk ke pasar Asia khususnya Indonesia, juga mengangkat musisi lokal Tanah Air yang memiliki bakat serta potensi namun cukup sulit untuk menemukan wadahnya.

“Maka kami ada untuk membantu para musisi lokal tersebut serta mengangkat para musisi hebat yang ada di setiap daerah Indonesia atau yang biasa kami sebut local hero dapat kami angkat ke tingkat nasional bahkan mancanegara,” paparnya.

Big Records Asia yang fokus pada music label, kreatif dan digital saat ini telah berhasil memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 250 judul lagu ke seluruh digital streaming platform yang ada diseluruh dunia melalui Believe Music yang merupakan perusahaan Music Aggregator asal Prancis yang telah menjalin kerjasama dengan Big Records Asia dalam hal distribusi audio streaming dan video melalui YouTube.

Saat ini Big Records Asia telah menjalin kerja sama dengan ratusan penyanyi, musisi, pencipta lagu, arranger, artist management dan lainnya. Berdiri saat masa awal pandemi Covid 19 hingga saat ini Big Records Asia berusaha untuk bertahan dan tetap optimistis untuk dapat dikenal serta diterima dan diperhitungkan dikancah musik Indonesia dan bahkan ditingkat dunia kelak.

Saat ini Big Records Asia telah mendaftarkan diri dan sedang tahap proses menjadi anggota Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI). Sementara JQ Composey yang fokus pada penerbitan musik atau music publishing ini telah berhasil bekerja sama dengan para ratusan pencipta lagu yang ada di Indonesia. Saat ini JQ Composey telah berhasil mengelola hampir 300 judul lagu yang telah terbit melalui music label atau digital streaming platform yang ada di dunia.

JQ Composey bertugas untuk mengelola hak cipta dari seluruh lagu para pencipta yang menitipkan pengelolaan hak cipta lagu tersebut, Sebagai penerbit musik JQ Composey telah bergabung secara resmi dengan Wahana Musik Indonesia (WAMI) yang merupakan badan usaha yang bergerak dibidang Collective Management Organization (CMO) atau lembaga manajemen kolektif pengelola eksploitasi karya cipta lagu terutama untuk royalti atas Hak Mengumumkan (Performing Rights). Selain itu JQ Composey juga telah tergabung secara resmi bersama 11 perusahaan penerbit musik lainnya dalam Prakarsa Antar Musik Publishing Indonesia (PAMPI) yang merupakan organisasi perkumpulan musik publishing yang menaungi karya cipta lagu Indonesia.

Selama awal berdiri tahun 2020, JQ Composey telah dan sedang proses menjalin kerjasama dengan para mitra strategisnya yang diantaranya YouTube, SMULE, RESSO, TikTok, JOOX dan lainnya.

“Sebagai perusahaan baru yang bergerak di Industri musik di Indonesia kami merasa telah menorehkan prestasi yang cukup baik dalam meramaikan Industri musik, kreatif dan digital Tanah Air, mengingat kami berdiri sejak adanya pandemi Covid 19 di Indonesia dengan berhasil telah menelurkan dan mendistribusikan hampir 250 lagu karya musik anak bangsa melalui music label kami BIG Records Asia dan telah berhasil bekerjasama dengan mengelola hampir 300 lagu melalui music publishing kami JQ Composey. Sejujurnya tidak mudah untuk kami bisa bertahan hingga di posisi dalam era seperti ini, namun kami yakin dan terus bertekad untuk tetap dapat bertahan dan menelurkan karya kreatifitas, serta membantu para musisi lokal anak bangsa yang bertalenta dan berpotensi  untuk kami angkat agar dapat bersaing masuk dikancah belantika musik Indonesia bahkan didunia nantinya,”papar General Manager BIG Records Asia & JQ Composey Arvita Rachmawati.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN